Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Studi Monash Ungkap Mekanisme Dalam Bumi Picu Ancaman Gempa Besar di Zona Megathrust Sunda

 Tanggap Potensi Gempa Megathrust, BMKG Keluarkan 3 Himbauan Ini (yogyakarta.bmkg.go.id)

Repelita Melbourne - Sebuah studi ilmiah terbaru berhasil mengungkap mekanisme terdalam yang mengendalikan potensi gempa besar di zona tektonik paling berbahaya di wilayah Indonesia.

Penelitian dari Monash University menemukan bahwa kekuatan dari kedalaman bumi memiliki peran kunci dalam membentuk risiko gempa dahsyat di zona megathrust Sunda.

Dr Thyagarajulu Gollapalli sebagai peneliti utama menjelaskan bahwa temuan ini menggugurkan anggapan lama mengenai proses terbentuknya ancaman gempa di pertemuan lempeng tektonik.

Dengan memanfaatkan simulasi superkomputer tiga dimensi yang canggih, para peneliti berhasil memetakan dinamika lempeng bumi yang menghujam jauh di bawah pulau Jawa.

Simulasi menunjukkan bahwa lempeng tersebut menciptakan aliran mantel dan tekanan kuat yang terdorong ke arah utara hingga mencapai wilayah Sumatra dan kawasan Andaman.

Kondisi dinamis inilah yang membuat daerah-daerah tersebut menyimpan potensi untuk mengalami gempa bumi dengan kekuatan sangat besar.

Zona megathrust Sunda sendiri memiliki catatan sejarah kelam karena pernah memicu bencana besar seperti gempa dan tsunami Sumatra-Andaman pada tahun 2004.

Gempa berkekuatan 9,3 skala magnitudo momen tersebut menjadi salah satu bencana seismik paling mematikan dalam sejarah modern.

“Kami mendapati bahwa tarikan masif dari lempeng Jawa di bawah permukaan bumi bekerja seperti jangkar raksasa,” jelas Dr. Gollapalli pada Selasa (13/1).

Proses tersebut menyeret lempeng di sekitarnya dan menambah tekanan tektonik dalam jarak ratusan kilometer menurut penjelasan ilmiahnya.

Hingga kini para ilmuwan masih mempertanyakan mengapa gempa paling dahsyat justru terjadi di segmen utara dengan karakter lempeng yang lebih muda dan pendek.

Secara teori lempeng yang lebih muda dan pendek seharusnya memiliki kekuatan yang lebih lemah dibandingkan dengan lempeng yang lebih tua.

“Tekanan dari kedalaman bumi ini menjelaskan kenapa wilayah utara Sumatra mengalami tekanan terbesar dan gempa terkuat,” tegasnya.

Penelitian ini juga mengungkapkan peran zona megathrust di selatan Jawa yang mungkin berfungsi sebagai semacam penghalang gempa besar.

Tekanan kuat di wilayah selatan menyebabkan lempeng saling menekan rapat sehingga kemungkinan terjadinya patahan raksasa menjadi lebih kecil.

Profesor Fabio Capitanio sebagai penulis senior menyatakan bahwa penelitian ini memberikan sudut pandang baru yang sangat penting untuk memprediksi bahaya seismik.

“Untuk pertama kalinya, kami berhasil menemukan hubungan antara proses subduksi di kedalaman bumi dengan titik pasti terbentuknya gempa-gempa besar,” ujar Profesor Capitanio.

Temuan ini diharapkan dapat membantu memperbaiki model perkiraan risiko gempa di Asia Tenggara yang dihuni lebih dari 300 juta orang.

Studi berjudul “Bridging the gap between subduction dynamics and the long-term strength of the Sunda megathrust” telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Communications.

Model yang dikembangkan menunjukkan bahwa proses yang berlangsung 600 kilometer di bawah tanah Jawa dapat menentukan lokasi terjadinya bencana di permukaan.

Penelitian ini sekaligus mampu menunjukkan lokasi-lokasi yang relatif lebih aman dari kejadian gempa besar di masa mendatang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved