
Repelita Jakarta - Federasi sepak bola Indonesia akhirnya mengakhiri spekulasi panjang mengenai sosok yang akan menempati posisi pelatih kepala tim nasional.
John Herdman diperkenalkan secara resmi kepada publik sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia dalam sebuah konferensi pers di Hotel Mulia Senayan.
Acara peresmian yang digelar pada Selasa (13/1) pagi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSSI beserta jajaran petinggi federasi.
“Saya ingin menerapkan prinsip disiplin kerja yang kuat dan semangat membara layaknya atmosfer di kota Newcastle, Inggris, tempat asal saya,” ujar Herdman dalam pidato sambutannya.
Pelatih berkebangsaan Inggris itu menyatakan telah merasakan gairah sepak bola yang sama setiap kali menyaksikan tim Garuda bertanding bersama basis pendukungnya.
PSSI memilih Herdman berdasarkan portofolio mengesankan yang dimilikinya selama berkarier di sepak bola internasional selama bertahun-tahun.
Sebelum menginjakkan kaki di Jakarta, pria berusia lima puluh tahun tersebut memiliki catatan karier yang sangat mentereng di kancah sepak bola global.
Prestasi paling menonjol adalah keberhasilannya menakhodai tim nasional Kanada pada periode 2018 hingga 2023 dengan hasil luar biasa.
Di bawah arahannya, Kanada mengalami transformasi besar dan berhasil menembus putaran final Piala Dunia setelah sekian lama absen.
Setelah sukses bersama Kanada, Herdman sempat melatih klub MLS Toronto FC sebelum menerima tantangan besar untuk memimpin Timnas Indonesia.
Pengalaman membawa tim dari level menengah menuju elite dunia inilah yang diharapkan dapat ditularkan kepada skuad Garuda.
Untuk mendukung kinerja Herdman, federasi juga mendatangkan pakar kebugaran berpengalaman dari Kanada bernama Cesar Meylan.
Cesar Meylan diperkenalkan sebagai asisten pelatih yang akan bertanggung jawab penuh meningkatkan aspek fisik dan stamina para pemain.
Integrasi antara taktik Herdman dan metode kebugaran Meylan diharapkan mampu menciptakan tim yang cerdas secara taktis dan tangguh secara fisik.
Proses peresmian John Herdman sempat diwarnai sedikit drama penundaan dari jadwal awal yang direncanakan pada hari sebelumnya.
Ketua Badan Tim Nasional Sumardji memberikan klarifikasi bahwa penundaan terjadi karena alasan kesehatan yang dialami pelatih baru.
Perjalanan udara yang sangat jauh dari Amerika ke Indonesia serta perbedaan iklim yang ekstrem diduga menjadi penyebab menurunnya kondisi fisiknya.
Setelah beristirahat cukup, Herdman akhirnya tampil fit dalam acara peresmian yang digelar secara terbuka bagi awak media tersebut.
Kursi pelatih kepala Timnas Indonesia memang sempat kosong cukup lama sejak Oktober 2025 setelah berakhirnya kontrak dengan pelatih sebelumnya.
Kekosongan tersebut terjadi setelah PSSI memutuskan mengakhiri kontrak dengan pelatih asal Belanda Patrick Kluivert menyusul kegagalan kualifikasi.
Kini dengan hadirnya John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia, teka-teki mengenai masa depan tim nasional telah terjawab.
Herdman membawa serta keluarga tercintanya termasuk istri dan anak-anak sebagai bentuk dukungan moral dalam memulai petualangan barunya.
Pelatih yang lahir di Newcastle tersebut mengungkapkan rasa antusiasme yang luar biasa untuk segera bekerja bersama tim nasional.
Ia menekankan bahwa kerja sama ini akan menjadi sebuah rencana besar yang sangat menantang demi mewujudkan target-target luar biasa.
Herdman memberikan pesan khusus kepada publik bahwa ia sangat optimis melihat peluang Indonesia bersaing di level tertinggi sepak bola global.
Ia mengakui telah menghabiskan waktu cukup lama untuk mencari tantangan yang tepat dan merasa Indonesia adalah tempat yang ia cari.
Budaya kerja keras dan gairah tinggi dari kota kelahirannya ingin ditularkan ke dalam permainan tim nasional Indonesia ke depannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

