Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Status tersangka dicabut, Eggi Sudjana bantah terima uang demi penghentian perkara

 KASUS IJAZAH - Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis kini mengklaim memegang Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3. Kabar mengenai gugurnya status tersangka ini diungkap langsung oleh Damai Hari Lubis. (Kolase istimewa dan dok.Sekretariat Presiden)

Repelita Jakarta - Pihak kuasa hukum Eggi Sudjana menjelaskan dasar penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan dalam perkara dugaan pemalsuan ijazah.

Kuasa hukum Elida Netty menegaskan penghentian penyidikan murni berdasarkan prosedur hukum yang berlaku secara sah.

Dia membantah keras adanya kesepakatan rahasia atau transaksi terselubung di balik keputusan tersebut.

Elida menjamin proses hukum di Polda Metro Jaya berjalan secara transparan dan profesional.

Dia juga menampik tudingan bahwa kliennya menerima imbalan uang atau kompensasi finansial untuk memperoleh SP3.

"Seribu perak pun tidak ada kami dapat apa-apa," ujarnya dalam pertemuan dengan media di Jakarta Barat.

Menurutnya, penghentian kasus ini merupakan hasil pemenuhan prinsip keadilan restoratif.

Pertemuan antara Eggi Sudjana dan Joko Widodo di Solo sebelumnya disebut hanya untuk komunikasi terbuka.

Elida memastikan pertemuan itu tidak membahas kesepakatan rahasia untuk menghentikan proses hukum.

"Mereka melakukan di situ berdamai tanpa ada kata maaf karena Bang Eggi merasa tidak bersalah dan tidak ada deal-dealan," jelas Elida.

Dia menekankan bahwa dalam proses perdamaian tersebut kliennya tidak menandatangani dokumen rahasia apa pun.

Eggi Sudjana juga dijelaskan tetap pada pendiriannya dan tidak menyampaikan permohonan maaf secara tertulis maupun lisan.

Hal itu dilakukan karena pihaknya merasa yakin tidak melakukan pelanggaran hukum seperti yang dituduhkan.

Sebelumnya beredar isu bahwa Eggi Sudjana mendapat tawaran proyek triliunan rupiah dan jalan ke luar negeri asal mau meminta maaf.

Syarat permintaan maaf kepada Joko Widodo itu dikaitkan dengan laporan kasus ijazah yang menjadikannya tersangka.

Eggi Sudjana disebut menolak tawaran menggiurkan tersebut sehingga kesepakatan itu gagal terwujud.

Baik Eggi Sudjana maupun Joko Widodo belum memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang beredar luas itu.

Eggi bersama tersangka lainnya Damai Hari Lubis telah mengunjungi kediaman Jokowi di Solo pada awal Januari 2026.

Kunjungan itu merupakan yang kedua setelah kunjungan sembilan bulan sebelumnya ke lokasi yang sama.

Mereka juga telah mengajukan permohonan penyelesaian melalui keadilan restoratif kepada penyidik Polda Metro Jaya.

Rumor tentang tawaran proyek triliunan rupiah ini diungkap oleh pakar hukum tata negara Refly Harun.

Refly mengaku mendapat kiriman percakapan dari seseorang yang berkomunikasi dengan Eggi Sudjana melalui aplikasi WhatsApp.

Orang yang mengirim percakapan tersebut diklaim sebagai aktivis Benny Parapat.

Benny sebelumnya pernah melaporkan ketua kelompok pendukung Jokowi terkait pengakuan memiliki scan ijazah asli.

"Seseorang itu mengirimkannya kepada saya dan orang tersebut bersedia dibacakan WA-nya," kata Refly dalam sebuah tayangan televisi.

Refly kemudian membacakan percakapan yang dikirim Benny pada Senin malam tanggal 13 Januari 2026.

"BES mengklarifikasi dengan bukti-bukti dan saksi bahwa dia benar mendatangi JKW atas permintaan dan undangan beberapa bulan lalu," demikian isi chat tersebut.

"Bahkan dikondisikan ke luar negeri dengan servis istimewa dan jaminan dapat proyek nilai triliunan melalui mekanisme bank resmi."

"Tapi akhir jalan ke luar negeri tawaran deal terbaik harus bersedia minta maaf pada Jokowi dan demi Allah BES menolaknya hingga gagal," lanjut chat itu.

Dari pernyataan itu Refly menyimpulkan pernah ada tawaran proyek bernilai sangat besar dari pihak Jokowi kepada Eggi.

Sementara itu Ketua Umum Kami Jokowi Razman Nasution meragukan keaslian percakapan yang diterima Benny.

"Bang Eggi selalu cerita ke saya bagaimana kondisinya dan proyek pun saya yakin itu tidak ada," kata Razman dalam acara yang sama.

Razman meminta Eggi Sudjana tampil di depan publik untuk memberikan klarifikasi dan mencegah kegaduhan.

Dia mengklaim dirinyalah yang pertama kali mendatangi Jokowi untuk mempertemukan dan mendamaikan keduanya.

"Pada waktu itu tidak mungkin ada tawaran Rp1 triliun dan Bang Eggi tidak mengerti proyek-proyek," tegas Razman.

Bantahan serupa disampaikan oleh Andi Azwan dari kelompok pendukung Jokowi.

"Masalah triliunan dan sebagainya tidak ada sama sekali dan itu sudah terkonfirmasi oleh ajudan," ujar Andi.

"Tidak ada pembicaraan mengenai yang dikatakan triliunan itu apalagi beliau bukan presiden," tambahnya.

Andi juga mengimbau Eggi Sudjana untuk muncul ke publik guna memberikan penjelasan menyeluruh mengenai berbagai isu yang beredar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved