
Repelita Jakarta - Kolumnis Erizal menilai bahwa somasi yang dilayangkan terhadap Budhius M Piliang merupakan bukti nyata bahwa Susilo Bambang Yudhoyono mulai terganggu dengan terus menerus dikaitkannya nama dengan polemik ijazah Presiden Joko Widodo.
Somasi tersebut beredar luas di media sosial hanya berselang sehari setelah politikus Partai Demokrat Andi Arief mengunggah video peringatan tegas terhadap pihak yang mengaitkan Susilo Bambang Yudhoyono dengan isu tersebut.
Budhius M Piliang merupakan pembawa acara di kanal YouTube Unpacking Indonesia yang dikelola oleh Zulfan Lindan, eks politikus Partai NasDem.
Dalam berbagai tayangannya, Budhius M Piliang kerap menyampaikan keyakinan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono berada di belakang gerakan pengungkapan dugaan ijazah palsu tersebut, terutama melalui keterlibatan Roy Suryo yang pernah menjadi kader tinggi Partai Demokrat.
Menurut Erizal, kanal Unpacking Indonesia pada awalnya menyajikan diskusi yang relatif objektif dan netral.
Perubahan sikap kanal itu semakin kentara setelah Zulfan Lindan terlihat berada di barisan depan Kongres Partai Solidaritas Indonesia saat Joko Widodo berpidato.
Erizal menegaskan bahwa somasi idealnya sejak awal ditujukan langsung kepada Joko Widodo karena beliaulah yang pertama kali melontarkan narasi adanya tokoh besar di balik isu ijazah.
Narasi tokoh besar itu kemudian dipertegaskan oleh Ade Darmawan dengan menyebut ciri fisik serupa saat tampil di sebuah acara televisi.
Tudingan tersebut secara implisit mengarah kepada Susilo Bambang Yudhoyono meskipun pernah dibantah oleh Joko Widodo sendiri.
Rumor itu tetap hidup terutama setelah komentar anggota DPR dari Fraksi Demokrat Benny K Harman yang membandingkan kemudahan Arsul Sani membuka ijazah dengan sikap Joko Widodo.
Joko Widodo mengulangi narasi tokoh besar dalam wawancara eksklusif sebuah stasiun televisi pada awal Desember lalu tanpa menyebut nama secara gamblang.
Di kalangan pendukung Joko Widodo, sosok tersebut tetap diarahkan kepada Susilo Bambang Yudhoyono dan kadang juga Megawati Soekarnoputri.
Susilo Bambang Yudhoyono hingga saat ini tidak pernah memberikan tanggapan apa pun mengenai isu ijazah tersebut.
Megawati Soekarnoputri hanya sekali menyentuh topik itu di masa awal dengan pernyataan sederhana bahwa ijazah asli cukup dibuka saja.
Pernyataan keras dari kader senior PDIP Beathor Suryadi baru-baru ini kembali menghidupkan keterkaitan partai tersebut.
Erizal menyatakan bahwa somasi kepada Budhius M Piliang mencerminkan bahwa rumor keterlibatan Susilo Bambang Yudhoyono masih melekat kuat di pikiran para pendukung Joko Widodo.
Padahal, menurut Erizal, penyelesaian paling mudah adalah Joko Widodo membuka ijazahnya secara transparan tanpa menyeret nama pihak lain termasuk Presiden Prabowo Subianto yang sempat ikut tersinggung.
Editor: 91224 R-ID Elok

