Repelita Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memberikan peringatan serius mengenai potensi kehancuran masif akibat konflik global di masa depan.
Dalam analisisnya yang disampaikan melalui akun X @SBYudhoyono pada Jumat, 23 Januari 2026, SBY memperkirakan Perang Dunia Ketiga dapat menimbulkan korban jiwa yang sangat besar.
Berdasarkan berbagai studi yang ia pelajari, skenario perang total yang melibatkan senjata nuklir akan membawa konsekuensi mengerikan bagi peradaban manusia.
Korban jiwa dalam konflik semacam itu diproyeksikan dapat mencapai lebih dari lima miliar manusia di seluruh penjuru dunia.
Tidak ada peradaban yang diperkirakan akan tersisa jika perang dengan skala dan intensitas sedemikian besar benar-benar terjadi.
Seluruh harapan manusia untuk masa depan diprediksi akan musnah sama sekali dalam situasi peperangan global yang melibatkan persenjataan nuklir.
SBY menegaskan bahwa kehancuran dunia tidak akan bisa dihindari jika perang total dengan senjata pemusnah massal tersebut benar-benar meletus.
Pernyataan ini disampaikannya dalam konteks kekhawatiran mendalam terhadap dinamika geopolitik global tiga bulan terakhir yang semakin memanas.
Sebagai seseorang yang puluhan tahun mendalami geopolitik dan sejarah peperangan, ia menyatakan kecemasan terhadap pola situasi dunia saat ini.
Situasi saat ini dinilainya memiliki banyak kesamaan dengan kondisi yang terjadi menjelang Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia Kedua.
Meskipun memprediksi kemungkinan buruk tersebut, SBY tetap menyatakan keyakinannya bahwa perang mengerikan ini masih bisa dicegah.
Harapannya adalah agar analisis atau prediksinya tentang konflik global yang menghancurkan tersebut meleset dari kenyataan yang akan terjadi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

