Repelita Jakarta - Aktivis Muhammad Said Didu menyoroti adanya dua aset milik negara yang terdapat di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah.
Ia menyatakan bahwa kedua aset tersebut sangat membutuhkan proses audit menyeluruh serta pemeriksaan mendalam dari pihak berwenang.
Pernyataan ini disampaikan melalui akun media sosial X miliknya @msaid_didu pada tanggal 7 Januari 2026.
Aset pertama yang dimaksud adalah Kampus Politeknik Industri Logam Morowali yang semula berada di bawah Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Kampus tersebut awalnya dibangun dan beroperasi di dalam area kawasan IMIP.
Namun kini fasilitas pendidikan tersebut sudah tidak lagi berada pada lokasi semula.
Aset kedua meliputi tiga unit rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang dibangun menggunakan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Ketiga Rusunawa tersebut saat ini telah berada di bawah penguasaan langsung PT Indonesia Morowali Industrial Park.
Muhammad Said Didu menekankan perlunya audit terhadap peralihan pengelolaan aset-aset negara tersebut.
Ia juga menyebutkan masih terdapat beberapa fasilitas lain yang patut mendapat perhatian serupa.
Di antaranya adalah pelabuhan, bandara, serta kawasan hutan yang berada di wilayah sekitar IMIP.
Dalam cuitannya ia menuliskan Ada 2 (dua) asset negara di IMIP yg perlu diaudit : 1) Kampus politeknik logam Morowali milik @Kemenperin_RI yg awalnya di dalam kawasan IMIP - skrg sdh tdk ada di lokasi tsb. 2) 3 (tiga) Rusunawa yg dibangun oleh @KemenPU, saat ini sudah dikuasai oleh IMIP. Tentu masih banyak yg lain, seperti pelabuhan, bandara, dan kawasan hutan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

