Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Roy Suryo Tanggapi Pelaporan dengan Karikatur “Dua Tuyul”, Sindir SP3 dan Restorative Justice Kasus Ijazah

 Roy Suryo menunjukkan karikatur Dua Tuyul Menemui Jin Ifrit karya Lukas Luwarso di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Repelita Jakarta - Roy Suryo memberikan tanggapan unik atas pelaporan yang dilayangkan terhadap dirinya dan kuasa hukumnya.

Ia memilih menunjukkan sebuah karya karikatur sebagai bentuk respons terhadap pertanyaan wartawan.

Karikatur berjudul "Dua Tuyul Menemui Jin Ifrit" itu dibuat oleh Lukas Luwarso yang dikenal sebagai jurnalis senior.

Roy Suryo menyatakan bahwa dirinya hanya menindaklanjuti artikel yang ditulis oleh Lukas Luwarso.

Ia enggan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai makna simbolik dari karikatur tersebut.

Menurutnya, gambar itu sudah cukup mewakili situasi yang terjadi terkait kasus dokumen pendidikan.

Roy Suryo hanya menyebutkan bahwa masyarakat telah kehilangan dua figur yang ia sebut sebagai tuyul.

Ia menyarankan agar kepolisian memproses kedua figur tersebut jika proses hukum akan dilanjutkan.

Karikatur yang ditunjukkan menampilkan sosok berpeci yang sedang menyerahkan sebuah kantong.

Kantong tersebut bertuliskan frasa "Restorative Justice" yang ditujukan kepada dua figur tuyul.

Terdapat label besar bertuliskan "SP3 kilat" dalam ilustrasi karya Lukas Luwarso tersebut.

Di depan sosok berpeci itu tampak sebuah kotak dengan tulisan "Kotak Pandora" sebagai simbol.

Latar belakang gambar diisi oleh tengkorak-tengkorak yang diberi label "Ijazah Palsu" dan "Kasus Lain".

Sebelumnya, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam suatu perkara.

Kasus tersebut berkaitan dengan tuduhan tertentu mengenai dokumen pendidikan seorang mantan pejabat.

Namun kepolisian mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan melalui mekanisme khusus.

Mekanisme keadilan restoratif menjadi dasar pengeluaran surat penghentian proses hukum itu.

Roy Suryo menolak menjelaskan lebih lanjut kaitan antara tuyul dengan kasus yang sedang berjalan.

Ia menyarankan agar pertanyaan mengenai makna karikatur diajukan langsung kepada pembuatnya.

Pernyataan ini disampaikan saat Roy Suryo menemani Rocky Gerung yang menjalani pemeriksaan.

Rocky Gerung dihadirkan sebagai saksi ahli dalam kasus yang sedang ditangani oleh penyidik.

Situasi ini menunjukkan dinamika yang kompleks dalam proses hukum yang masih terus berlangsung.

Masyarakat diharapkan dapat menyikapi perkembangan ini dengan bijak dan proporsional.

Setiap pihak memiliki hak untuk menyampaikan pendapat melalui cara yang dianggap tepat.

Proses hukum harus tetap dijalankan dengan prinsip keadilan dan kepastian bagi semua.

Karikatur sering kali digunakan sebagai medium kritik sosial dalam kehidupan berdemokrasi.

Media visual dapat menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan pesan secara simbolik.

Penting untuk menjaga suasana kondusif dalam menyelesaikan setiap perselisihan hukum.

Dialog yang konstruktif akan lebih menguntungkan daripada konflik yang berkepanjangan.

Harapan akan penyelesaian yang adil dan bermartabat tetap menjadi tujuan bersama.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved