Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Roy Suryo Sebut Wajar Masyarakat Cium "Bau Amis" Soal Kunjungan Tersangka Pelapor ke Solo

Repelita Solo - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menanggapi hebohnya kunjungan dua tersangka pelapor Jokowi, Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis, ke kediaman Presiden ke-7 di Solo.

Kunjungan yang diduga untuk meminta pengampunan tersebut memicu spekulasi luas di publik, termasuk isu transaksi dana yang beredar.

"Pasca mak bedunduknya, sekonyong-konyong atau sangat tiba-tiba, kedatangan Bang Eggy dan Damai ke rumah Jokowi sontak membuat Indonesia menjadi heboh dan memunculkan berbagai kontroversi," ujar Roy Suryo pada 12 Januari 2026.

Roy Suryo menyatakan bahwa sangat wajar bila masyarakat mencium hal yang tidak beres dan mempertanyakan motif di balik pertemuan tersebut.

"Wajar bilamana tercium bau amis alias muncul berbagai dugaan tidak sedap dan populer istilah AADP (Ada Apa Dengan Pertemuan) tersebut?," tukasnya.

Ia mengaku tidak menampik bahwa di ruang publik berkembang asumsi liar, termasuk isu tentang adanya sejumlah uang yang berpindah tangan.

"Tak pelak lagi, istilah liar semacam cair, cair. Bergepok-gepok hingga berkopor-kopor bahkan sampai ada yang mendengar issue jumlah tertentu, sebut saja Rp100 M," sesalnya.

Menurut Roy, dugaan-dugaan semacam itu muncul secara alami akibat dari ketidaktransparanan modus dan tujuan sebenarnya dari pertemuan yang dilakukan.

Pertemuan yang diklaim sebagai kesepakatan internal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ini justru dibantah keras oleh pengurus inti organisasi tersebut.

Rizalz Azam Khan dan Kurnia Tri Royani selaku pengurus inti TPUA menegaskan bahwa kunjungan itu bukan bagian dari agenda resmi organisasi.

Roy Suryo juga mempertanyakan mengapa pertemuan yang awalnya diusahakan untuk dirahasiakan justru bocor informasi detailnya kepada awak media.

Kebocoran itu datang dari Ajudan Presiden Jokowi, Kompol Syarief Muhammad Fitriansyah, yang menyampaikannya secara terbuka kepada para wartawan.

Kondisi ini, ditambah dengan pengamanan ketat yang membuat kawasan sekitar Jalan Kutai Utara 1 Sumber steril, semakin memperbesar tanda tanya masyarakat.

Oleh karena itu, Roy Suryo menekankan pentingnya klarifikasi dan konfirmasi untuk menghentikan spekulasi dan menghindari ghibah serta fitnah.

"Oleh karenanya untuk menghindari ghibah dan fitnah, kita tetap sebaiknya tabayyun alias melakukan konfirmasi terlebih dahulu," tandasnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved