Repelita Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir memberikan pembelaan terbuka terhadap Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Pernyataan pembelaan ini disampaikan menyusul kritik dan sorotan publik terhadap Raffi Ahmad yang diisukan terkait praktik pencucian uang.
Isu tersebut mencuat setelah komedian Pandji Pragiwaksono menyentil nama Raffi Ahmad dalam sebuah acara komedi yang membahas topik keuangan.
Dalam sebuah video yang beredar di platform media sosial, Erick Thohir tampak menyampaikan dukungannya secara langsung saat bertemu dengan Raffi Ahmad.
“Saya ketemu lagi dengan Raffi Ahmad yang digosipin pencucian uang. Giniloh, kalau ada generasi muda yang sedang membangun usahanya itu harusnya didukung, bukan digosipin yang aneh-aneh,” kata Erick Thohir dalam video tersebut.
Video pernyataan Menpora tersebut menuai berbagai reaksi dan tanggapan dari publik, termasuk dari sejumlah figur yang aktif di media sosial.
Salah satu tanggapan yang cukup banyak diperbincangkan datang dari akun @NenkMonica pada 10 Januari 2026, yang mempertanyakan dasar pembelaan Erick Thohir.
“Erick Thohir Turun Gunung Bela Raffi Ahmad Karena Disentil Panji Pragiwaksono? Menurut Keyakinan ET… Raffi tdk di situ! Menurut Keyakinan Netizen…. Bagaimana???” tulis akun tersebut.
Komentar lain yang juga viral adalah pernyataan singkat dari mantan pejabat BUMN, Said Didu, yang menyindir dengan kalimat padat.
“Pemilik barang kotor selalu butuh tukang cuci,” tulis Said Didu dalam sebuah unggahan yang menjadi bahan perbincangan luas.
Kecurigaan publik terhadap perkembangan bisnis Raffi Ahmad muncul seiring dengan pertumbuhan portofolio perusahaannya yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Raffi Ahmad tercatat telah mendirikan atau memiliki kepemilikan saham di sekitar tiga puluh lima perusahaan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Ekspansi bisnisnya yang masif ini mencakup berbagai sektor industri di bawah naungan grup hiburan yang ia dirikan sejak beberapa tahun lalu.
Pertumbuhan bisnisnya yang eksponensial tersebut terjadi pada periode yang berdekatan dengan suatu masa pemerintahan tertentu, memicu berbagai analisis dan tafsiran.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

