
Repelita Jakarta - Pengamat politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah menilai bahwa mantan Presiden Joko Widodo sedang mengalami tekanan hebat karena polemik keaslian ijazahnya yang terus bergulir tanpa henti.
Menurutnya, situasi tersebut semakin memburuk setelah Jokowi berulang kali menyatakan adanya figur berpengaruh yang menjadi dalang di balik tuduhan tersebut.
Kubu pendukung Jokowi bahkan diduga mengarahkan kecurigaan itu kepada tokoh nasional ternama seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri.
Hal ini memicu respons keras dari Partai Demokrat serta PDIP yang langsung mengambil tindakan hukum awal berupa somasi.
Rizal Fadillah mempertanyakan siapa yang memberikan saran kepada Jokowi sehingga langkah tersebut justru memperlebar arena konflik politik di tahun yang diprediksi penuh bencana ini.
Ia menganggap pernyataan tersebut sebagai kesalahan strategis besar yang menjebak Jokowi dalam posisi semakin sulit.
Para pihak yang sebelumnya dilaporkan oleh Jokowi dan pendukungnya kini lebih memfokuskan pada proses hukum yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya.
Meski begitu, mereka tetap memiliki kemungkinan untuk membalikkan situasi dengan melaporkan Jokowi atas tuduhan pencemaran nama baik serta penyebaran fitnah.
Posisi Jokowi semakin terjepit karena harus berhadapan dengan banyak pihak, termasuk Roy Suryo, Rismon, Rizal, Rustam, Rayani, serta figur besar seperti SBY dan Mega.
Pertarungan politik ini diprediksi akan semakin sengit dan membuat Jokowi kesulitan mempertahankan diri hingga benteng pertahanannya runtuh.
Jokowi disebut menerapkan taktik semburan kebohongan masif yang mirip dengan propaganda gaya komunis sebagai upaya terakhir.
Selama empat tahun, Jokowi diduga menyembunyikan ijazah asli sambil menipu masyarakat dengan biaya luar biasa yang bersumber dari dugaan korupsi.
Dana besar itu digunakan untuk membiayai serangan balik terhadap pihak yang mempertanyakan keabsahan dokumennya, termasuk dengan menuduh adanya penyandang dana berpengaruh di belakang mereka.
Tuduhan juga cepat diarahkan ke Partai Demokrat melalui isu baju biru, meski AHY telah membantah keras, namun narasi tersebut terus disebarkan.
PDIP pun turut terseret karena beberapa kadernya sempat dikaitkan dengan proses di Pasar Pramuka, sebelum akhirnya partai tersebut juga dituding sebagai bagian dari orang besar.
Rizal Fadillah menilai semua tindakan Jokowi bermula dari rasa takut yang ekstrem sehingga menghalalkan berbagai cara untuk menutupi kebohongan.
Serangan tersebut bahkan mulai meluas ke Presiden Prabowo Subianto serta Partai Gerindra.
Hal ini terkait dengan upaya penyingkiran Gibran Rakabuming Raka, di mana Prabowo diprediksi akan mengambil langkah penyelamatan diri dari tekanan publik terkait pemakzulan.
Kasus ijazah Jokowi yang diduga palsu serta Gibran yang tidak memiliki ijazah SMA dianggap sebagai guncangan besar yang membuat Jokowi kewalahan.
Situasi ini digambarkan sebagai krisis parah di tahun 2026 di mana strategi panik Jokowi menghadapi hambatan kuat yang tak tertembus.
Lawan-lawan politik Jokowi akan semakin gencar menyerang hingga pilihan tersisa hanya menyerah untuk ditangkap atau mengakhiri hidup sendiri.
Secara personal, Jokowi sebagai manusia biasa dengan segala kelemahan akan runtuh seiring waktu, meninggalkan penyesalan yang tak berguna.
Editor: 91224 R-ID Elok

