
Repelita Jakarta - Pakar forensik digital Rismon Sianipar kembali menyuarakan kritik keras terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui buku terbarunya yang membahas riwayat pendidikan putra sulung mantan Presiden Joko Widodo.
Ia secara tegas menetapkan pemakzulan Gibran sebagai target utama di tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Rismon melalui akun X @SianiparRismon pada 3 Januari 2026.
Resolusi tahun 2026 adalah memakzulkan Gibran.
Yang seorang wapres terburuk sepanjang sejarah Indonesia.
Rismon menuding Gibran tidak pernah menyelesaikan pendidikan SMA dan sama sekali tidak memiliki ijazah resmi dari sekolah menengah atas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Yang sebenarnya dia tidak punya ijazah SMA. Tidak pernah lulus SMA. Baik dari dalam dan luar negeri.
Seluruh bukti dan analisis yang mendukung tuduhan tersebut telah dirangkum secara lengkap dalam buku karyanya.
Dan ini semua dituliskan pada buku ini.
Rismon memperlihatkan langsung buku tersebut sebagai bentuk tanggung jawab ilmiah atas pernyataan yang dilontarkannya.
Oleh karena itu, buku ini menjadi bagian sejarah Indonesia.
Ia mengajak masyarakat aktif berpartisipasi dalam mengawasi dan membuka secara transparan identitas serta latar belakang pendidikan para pejabat tinggi negara.
Dan partisipasi publik untuk menguliti, untuk menjadikan identitas terutama riwayat pendidikan pejabat publik itu harus terbuka bagi rakyat.
Buku yang dimaksud berjudul Gibram End Game, Wapres Tak Lulus SMA, dan menjadi sorotan publik sejak diluncurkan.
Pernyataan Rismon ini melanjutkan serangkaian kritiknya yang sebelumnya juga menyinggung isu serupa terkait pejabat tinggi negara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

