Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Abu Janda Klaim Paling Sering Diteror Sejak 2015: Influencer Jangan Cengeng Kalau Tak Siap Tanggung Risiko

Abu Janda Kembali Menuai Pro dan Kontra Akibat Unggahannya, Berikut Deretan  Kontroversi yang Dialami Abu Janda - Radar Mojokerto

Repelita Jakarta - Aktivis media sosial Permadi Arya, yang lebih dikenal sebagai Abu Janda, mengklaim bahwa pengalaman teror yang dialaminya jauh lebih berat dibandingkan influencer lain yang belakangan mengeluhkan ancaman.

Ia menyatakan tidak ada yang lebih sering menjadi sasaran teror hanya karena vokal di ruang publik.

Pernyataan tersebut diunggah melalui akun Instagram @permadiaktivis2 pada 3 Januari 2026.

Bukannya sombong, tapi saya rasa untuk urusan teror, tidak ada influencer yang hidupnya lebih horor daripada saya akibat terlalu sering diteror.

Permadi Arya menceritakan rentetan kejadian yang dimulai sejak 2015 saat membuat video parodi terhadap kelompok ISIS.

Tahun 2015 itu saya pernah jadi buronan umat Islam, karena waktu itu saya bikin video parodi ngeledek ISIS, yang waktu itu mereka kagumi ISIS itu kayak pejuang Islam lah gitu.

Akibatnya, ia terpaksa sering berpindah tempat tinggal karena nyawanya dianggap halal untuk diambil.

Saya tuh harus sampai berpindah-pindah. Darah saya dihalalkan.

Pada 2016, dukungannya terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama membuat alamat rumahnya disebarkan luas.

Tahun 2016, akibat saya terlalu vokal belain Ahok, alamat rumah saya diviralkan, dan rumah saya tiap hari disatroni Laskar FPI selama sebulan penuh, sampai saya harus ngungsi waktu itu, dan sebulan nggak pernah pulang ke rumah.

Ia menegaskan tidak pernah mengeluhkan hal tersebut secara terbuka di media sosial.

Tapi apa saya curhat di medsos? Tolong rumah saya diteror FPI, nggak tuh.

Pengalaman serupa berulang pada 2020 ketika ada sayembara berhadiah umrah bagi yang berhasil memenggal kepalanya setelah ia mengolok-olok istri Bahar Smith.

Tahun 2020 ada sayembara, penggal kepala saya hadiah umroh, karena saya meledek istri Bahar Smith.

Lagi-lagi, ia memilih diam dan hanya pindah ke apartemen tanpa mencari simpati publik.

Saya sampai pindah dari rumah ke apartemen. Apa saya cengeng minta tolong di medsos? Tolong saya mau dipenggal. Nggak tuh.

Permadi Arya menduga perbedaan mental antara influencer generasi muda dengan generasinya yang lebih tangguh.

Mungkin emang mentalitas influencer muda sama influencer tua kayak saya ini beda kali ya?

Kita ini influencer Gen X, lebih tough, lebih keras, lebih tahan banting. Jadi buat saya, teror itu risiko bersuara, risiko vokal bersuara.

Ia menyarankan agar siapa pun yang berani menyuarakan pendapat juga siap menghadapi konsekuensinya.

Jadi sorry, maaf, ngggak usah cengenglah. Jangan cuma berani vokalnya doang, tapi enggak berani nanggung risikonya. Come on!

Unggahan ini menjadi respons atas keluhan teror yang dilontarkan sejumlah influencer belakangan ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved