
Repelita Jakarta - Founder Deep Intelligence Research Rhenald Kasali menyatakan bahwa era saat ini dapat disebut sebagai abad ketidakpastian atau uncertainty akibat kompleksitas keterhubungan manusia yang melibatkan aspek perasaan.
Pernyataan ini disampaikannya dalam Diskusi Bulanan bertema Quantum Age, Big Data, dan Masa Depan Industri Media yang digelar oleh Asosiasi Media Siber Indonesia.
Menurutnya, partikel yang menghubungkan manusia di zaman sekarang tidak hanya terbatas pada pikiran, opini, atau fakta, namun juga sangat dipengaruhi oleh unsur perasaan yang ikut berperan dalam dinamika sosial.
Kondisi tersebut menjadikan kehidupan banyak orang sangat terpengaruh oleh perkataan atau pendapat orang lain, sebagaimana tercermin dari fenomena seorang artis yang mampu mendorong pengikutnya untuk mengunjungi suatu tempat makan hanya dengan membagikan video singkat.
Rhenald menjelaskan bahwa kekuatan kata-kata saat ini memiliki pengaruh sangat besar, berbeda dengan masa lalu dimana pewarta informasi didominasi oleh kalangan wartawan profesional. Saat ini, setiap orang dapat menjadi penyampai pesan yang berpotensi mempengaruhi banyak pihak.
Dampak dari fenomena ini terlihat jelas dalam perubahan pola konsumsi masyarakat yang tidak lagi sepenuhnya mengandalkan teori pemasaran atau branding konvensional.
Keputusan pembelian kini lebih sering didasarkan pada tinjauan atau ulasan yang diberikan oleh orang lain, yang kemudian melahirkan profesi baru seperti influencer.
Rhenald menekankan bahwa seseorang dengan pengikut seribu orang saja sudah dapat memiliki daya ungkit yang signifikan untuk mempengaruhi pasar, menunjukkan betapa mudahnya akses untuk menjadi pihak yang dipercaya dalam memandu konsumsi.
Di sisi lain, ulasan negatif juga dapat dengan cepat merusak reputasi suatu usaha dan menghambat kesuksesan bisnis tersebut. Seseorang yang merasa kecewa dapat langsung membagikan pengalaman buruknya dan mempengaruhi calon konsumen lainnya untuk tidak menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.
Rhenald menyoroti bahwa mekanisme ini menunjukkan dua sisi dari konektivitas era digital, dimana informasi baik dan buruk sama-sama dapat menyebar dengan cepat dan berdampak langsung pada kehidupan ekonomi serta sosial.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

