Repelita Banjar - Saat meninjau lokasi banjir di Desa Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Kamis (8/1/2026), Wapres Gibran Rakabuming Raka berinteraksi langsung dengan perwakilan mahasiswa setempat.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyampaikan harapan agar pemerintah menghadirkan kebijakan yang sungguh-sungguh berpihak kepada rakyat, khususnya dalam menangani persoalan pertambangan ilegal di wilayah mereka.
Mahasiswa itu menyebut terdapat lebih dari 180 lokasi tambang ilegal yang ditemukan beroperasi di Kalimantan Selatan, yang memerlukan penanganan serius.
Selain soal tambang, aspirasi konkret yang disampaikan adalah permintaan untuk pembangunan sumur resapan guna mencegah terjadinya banjir di masa mendatang.
"Kami tidak berharap pada bantuan sosial semata, yang kami harapkan adalah sumur resapan yang nyata, sehingga warga dapat menjaga perekonomian mereka dengan baik," jelas perwakilan mahasiswa, seperti dikutip dari akun YouTube Wapres RI yang diposting pada 8 Januari 2026.
Menanggapi hal itu, Wapres Gibran menyatakan bahwa masukan dari masyarakat, terutama generasi muda dan mahasiswa, merupakan bahan pertimbangan yang sangat penting dalam proses pengambilan kebijakan pemerintah.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola sumber daya alam agar lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kebijakan yang akan diambil diharapkan tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat sekitar.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

