
Repelita Jakarta - Sebuah cuitan dari akun pengguna Twitter dengan nama Angga PF @AnggaPutraF telah memicu perdebatan publik mengenai proyek Jembatan Titian Persatuan yang baru saja diresmikan oleh Anies Baswedan.
Cuitan yang dipublikasikan pada tanggal 31 Januari 2026 dan telah disaksikan lebih dari sepuluh ribu penayangan itu berisi pernyataan yang mengkritik tendensi politik di balik pembangunan jembatan tersebut.
Akun tersebut menyatakan bahwa dengan hanya membangun satu jembatan di sebuah desa di Solo saja telah memicu berbagai fitnah dan tuduhan tidak sedap.
Cuitan tersebut lebih lanjut menambahkan bahwa jika nantinya dibangun lebih banyak jembatan maka akan muncul tuduhan tentang sumber dana yang tidak jelas atau bahkan berasal dari pihak asing.
Pernyataan lainnya dalam utas yang sama menyebutkan bahwa dana desa yang bersumber dari APBN dan ditransfer melalui APBD justru dijadikan alat untuk kepentingan pencitraan oleh oknum tertentu.
Penulis cuitan itu menyindir dengan menyebut bahwa tidak akan menjadi masalah jika dana yang digunakan berasal dari kantong pribadi bukan dari anggaran negara.
Balasan terhadap cuitan tersebut datang dari akun lain bernama Belajar tanpa henti @hayukitangopi yang menanggapi pada tanggal yang sama.
Akun tersebut menyatakan bahwa sepertinya ada pihak-pihak yang merasa sangat ketakutan dengan aktivitas pembangunan infrastruktur yang dilakukan.
Balasan itu juga berisi harapan agar segala bentuk fitnah yang dilontarkan dapat berbalik kepada pelakunya atau bahkan kepada keluarga mereka di kemudian hari.
Sementara itu informasi dari sumber resmi menyebutkan bahwa Jembatan Titian Persatuan merupakan hasil kerja sama antara gerakan Aksi Bersama dengan berbagai pihak donatur yang berpartisipasi.
Pendanaan untuk proyek konstruksi jembatan tersebut diklaim berasal dari sumbangan masyarakat yang dikumpulkan melalui mekanisme penggalangan dana publik.
Meskipun demikian tidak ada penjelasan rinci mengenai besaran anggaran yang berhasil dihimpun untuk menyelesaikan seluruh proses pembangunan.
Beberapa pihak telah memberikan kontribusi melalui platform digital penggalanan dana KitaBisa hingga akhirnya dana yang dibutuhkan terkumpul.
Pembangunan jembatan ini telah dimulai sejak tahun 2025 dengan Anies Baswedan melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada awal Desember tahun lalu.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau secara langsung perkembangan pekerjaan konstruksi serta berdialog dengan masyarakat setempat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

