Repelita Jakarta - Komika Pandji Pragiwaksono kembali mencuri perhatian melalui pertunjukan komedi tunggalnya yang berjudul Mens Rea.
Dalam acara tersebut, Pandji tidak ragu menyentil tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dengan sindiran yang tajam dan langsung menyebut nama.
Ahmad Sahroni dari fraksi Partai Nasional Demokrat menjadi salah satu sasaran utama.
Pandji menyindir Sahroni terkait isu kepergiannya ke luar negeri saat demonstrasi besar terjadi pada Agustus 2025.
Dengan gaya khasnya, Pandji bertanya kepada penonton seolah-olah sedang berbicara langsung kepada yang bersangkutan di bandara.
Verrell Bramasta yang merupakan legislator dari fraksi Partai Amanat Nasional mendapat porsi sindiran yang lebih panjang.
Pandji membahas kualifikasi yang seharusnya dimiliki seorang wakil rakyat.
Menurutnya seorang anggota DPR harus menguasai materi anggaran negara, proses legislasi, serta mekanisme pemerintahan.
Pandji menilai masyarakat sering kali tidak selektif dalam memilih sehingga menghasilkan komposisi dewan yang kurang kompeten.
Ia secara tegas menyatakan bahwa jika kriteria tersebut diterapkan maka Verrell Bramasta tidak mungkin menduduki kursi DPR.
Pandji menambahkan bahwa Verrell dinilai tidak memahami undang-undang maupun pengelolaan anggaran.
Sindiran itu dilengkapi dengan penyebutan video lama Verrell yang menurut Pandji lebih menonjolkan penampilan fisik ketimbang substansi.
Ahmad Dhani dari fraksi Partai Gerindra juga turut disentil dalam segmen berbeda.
Pandji membahas penggunaan potongan lagu dalam materinya yang telah mendapat izin resmi untuk menghindari masalah royalti.
Ia menyebut bahwa langkah tersebut membuat Ahmad Dhani dapat merasa tenang karena tidak ada pelanggaran hak cipta.
Ketiga sindiran ini disampaikan dengan balutan humor cerdas yang memicu tawa sekaligus refleksi dari penonton.
Mens Rea semakin ramai dibicarakan karena keberanian Pandji dalam mengkritik figur publik secara terbuka.
Pertunjukan ini menegaskan posisi Pandji sebagai komika yang konsisten menyuarakan isu sosial dan politik melalui panggung komedi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

