Repelita [Jakarta] - Salah satu materi dalam pertunjukan spesial komedi Pandji Pragiwaksono berjudul Mens Rea menyoroti kasus meninggalnya seorang pemuda bernama Gamma. Materi tersebut menggambarkan keprihatinan mendalam dimana korban tidak hanya kehilangan nyawa tetapi juga namanya difitnah setelah kematiannya.
Pandji mengisahkan bahwa Gamma tewas ditembak namun kemudian dituduh terlibat dalam aksi tawuran yang sesungguhnya tidak dilakukannya. Dalam konferensi pers kepolisian, polisi menunjukkan senjata yang diklaim sebagai bukti keterlibatan korban dalam perkelahian massal tersebut padahal fakta sebenarnya berbeda.
Belakangan muncul rekaman kamera pengawas yang membuktikan bahwa Gamma bersama seorang temannya sedang mengendarai sepeda motor tanpa membawa senjata apapun. Bukti visual ini bertolak belakang dengan pernyataan resmi yang sebelumnya disampaikan oleh pihak kepolisian setempat.
Kapolrestabes Semarang pada periode kejadian tersebut, Kombes Polisi Irwan Anwar, disebutkan justru mendapatkan promosi jabatan setelah peristiwa tersebut. Dia kini menjabat sebagai Brigadir Jenderal dan bertugas sebagai Widyaiswara di Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
Materi komedi ini menyoroti ironi dimana aparat yang diduga memberikan pernyataan tidak akurat justru diangkat ke posisi yang lebih tinggi. Pertunjukan Pandji tersebut mengangkat isu ini sebagai bagian dari kritik sosial terhadap akuntabilitas penegakan hukum di Indonesia.
Melalui medium komedi, Pandji menyampaikan pesan tentang pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses hukum terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan nyawa warga negara. Pertunjukan ini mendapatkan respons luas dari penonton yang mengapresiasi keberaniannya membahas tema-tema sosial yang sensitif.
Kasus Gamma ini menjadi salah satu contoh bagaimana seni komedi dapat digunakan untuk mengingatkan publik tentang peristiwa-peristiwa penting yang mungkin terlupakan. Pandji menunjukkan bahwa humor dapat menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial dan mendorong refleksi bersama.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

