Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

DNA Anti-Korupsi Ternyata Hanya Jargon, Rakerda PSI Semarang Justru Ricuh Rebutkan SK dan Jabatan, 13 DPC Tolak Kepengurusan Baru

 

Repelita [Semarang] - Rapat Kerja Daerah Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia Kota Semarang di Hotel Triiss pada Minggu 11 Januari 2026 dinilai menggambarkan dinamika internal yang kompleks. Pertemuan yang seharusnya fokus pada perumusan program kerja justru diwarnai oleh ketegangan seputar masalah kepengurusan dan administratif.

Sumber dari akun Facebook Dinamika Politik pada Selasa 13 Januari 2026 melaporkan bahwa partai yang kerap menggaungkan jargon Anti-Korupsi dan Anti-Intoleransi ini menghadapi ujian di tingkat akar rumput. Isu seputar Surat Keputusan dari pusat partai menjadi perhatian utama, menggeser pembahasan mengenai persoalan konkret warga seperti banjir rob dan kemacetan di Kota Semarang.

Prestasi Partai Solidaritas Indonesia yang meraih lima kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang pada Pemilu 2024 menjadi modal berharga. Namun laporan tersebut menyebutkan bahwa konsolidasi internal justru terganggu oleh konflik yang berpotensi mengancam pencapaian elektoral di masa mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Solidaritas Indonesia Semarang Utara Hanif Nafilah Rozak menyatakan terdapat ketidaksesuaian antara kesepakatan rapat dengan Surat Keputusan akhir yang diterbitkan. Unggahan dari akun Dinamika Politik tersebut menyebutkan bahwa tiga belas cabang melakukan protes dengan meninggalkan ruang rapat.

Protes tersebut terutama menyangkut dimasukkannya kembali nama Melly Pangestu dalam struktur kepengurusan melalui Surat Keputusan dari tingkat pusat. Menurut laporan tersebut, hal ini memicu pertanyaan mengenai transparansi dan konsistensi proses pengambilan keputusan di tubuh partai.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia Kota Semarang Bangkit Mahanantyo menyikapi gejolak ini sebagai bagian dari proses pendewasaan organisasi politik. Dalam laporan yang sama, dia menggunakan analogi pohon yang semakin tinggi akan menghadapi angin yang semakin kencang.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Jawa Tengah Yogo Triyanto mengamati bahwa energi kader banyak terserap untuk mengelola dinamika internal. Menurut laporan dari akun Dinamika Politik tersebut, hal ini dapat mempengaruhi fokus partai dalam menghadapi persaingan politik di tingkat daerah maupun nasional.

Laporan tersebut menganalisis bahwa situasi ini mencerminkan tantangan partai dalam menjaga keseimbangan antara nilai inti dan pragmatisme politik. Ketergantungan pada figur tertentu sebagai sumber legitimasi dinilai dapat memicu kompetisi tidak sehat di antara kader.

Semua faksi dalam partai disebutkan berlomba menunjukkan loyalitas tertinggi terhadap narasi yang dikaitkan dengan figur mantan presiden. Akun Dinamika Politik melaporkan bahwa hal ini menciptakan lingkungan dimana ruang untuk kritisisme konstruktif menjadi sangat terbatas.

Pertemuan di Hotel Triiss menjadi bahan kajian mengenai bagaimana partai politik mengelola transisi dari gerakan menuju institusi yang matang. Konflik administratif seperti ini seringkali mengemuka ketika mekanisme internal belum sepenuhnya terbangun dengan solid.

Dinamika semacam ini akan berdampak pada kemampuan partai dalam menyusun strategi menghadapi kontestasi politik di masa depan. Konsolidasi yang efektif di tingkat basis menjadi faktor penentu untuk meraih target elektoral yang lebih besar pada Pemilu 2029 mendatang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved