Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

NORAD dan Pasukan AS-Denmark Latihan Bersama di Greenland, Perkuat Keamanan Hadapi Ancaman Rusia

 Jet tempur F-16 Fighting Falcon dari Skuadron Ke-77 yang bermarkas di Pangkalan Shaw, South Carolina, mengisi bahan bakar dalam misi NORAD Operation Noble Eagle di atas New York City, Amerika Serikat, 24 September 2003.

Repelita Greenland - Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara atau NORAD mengonfirmasi rencana kedatangan armada pesawat militernya di sebuah pangkalan Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat yang terletak di wilayah Greenland.

Pernyataan resmi dari komando gabungan Amerika Serikat dan Kanada itu menyebutkan bahwa pesawat-pesawat tersebut akan beroperasi dari Pangkalan Luar Angkasa Pituffik.

Kegiatan operasional ini merupakan bagian dari rangkaian latihan dan misi terencana yang didukung pula oleh pesawat-pesawat yang berpangkalan di daratan utama Amerika Serikat dan Kanada.

Tujuan dari operasi gabungan tersebut adalah untuk membangun serta memperkuat kerja sama keamanan yang telah lama terjalin antara Amerika Serikat, Kanada, dan Kerajaan Denmark.

NORAD menegaskan bahwa seluruh koordinasi telah dilakukan dengan pemerintah Denmark dan pihak berwenang di Greenland telah mendapatkan pemberitahuan sebelumnya.

Meskipun tidak menjelaskan detail spesifik tentang sifat kegiatan di Pituffik, NORAD menyatakan bahwa operasi ini termasuk dalam komitmen kerja sama pertahanan jangka panjang antara negara-negara sekutu.

Pesawat-pesawat yang terlibat akan melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung tugas-tugas rutin NORAD dalam menjaga pertahanan wilayah udara Amerika Utara.

Sementara itu dalam perkembangan yang terkait, sejumlah besar pasukan militer Denmark dilaporkan telah tiba di beberapa lokasi di Greenland berdasarkan pemberitaan media Denmark.

Laporan dari stasiun televisi TV2 menyebutkan kedatangan pasukan tersebut terjadi pada tanggal 19 Januari waktu setempat meskipun jumlah personelnya tidak diungkapkan secara rinci.

Komandan militer tertinggi Denmark untuk kawasan Arktik, Mayor Jenderal Soren Andersen, menyatakan bahwa sekitar seratus personel telah tiba di ibu kota Greenland, Nuuk.

Sebanyak itu pula pasukan dikabarkan telah mendarat di wilayah Kangerlussuaq yang terletak di bagian barat Greenland untuk tujuan latihan ketahanan di lingkungan Arktik.

Mayor Jenderal Andersen telah menjelaskan sebelumnya bahwa pengerahan pasukan ini adalah sebagai bentuk respons terhadap dinamika ancaman keamanan yang berkaitan dengan aktivitas Rusia.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa langkah tersebut tidak ada hubungannya dengan keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pernah menyatakan minatnya atas Greenland.

Presiden Trump sebelumnya berulang kali mengemukakan pendapat bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat demi alasan strategis keamanan nasional.

Pemerintah Denmark dan otoritas otonom Greenland telah menyampaikan respons tegas agar Amerika Serikat menghormati kedaulatan yang berlaku atas pulau tersebut.

Greenland yang dahulu merupakan wilayah koloni Denmark kini memiliki status otonomi khusus dalam Kerajaan Denmark sejak tahun 2009.

Pemerintah otonom Greenland memiliki kewenangan untuk mengatur urusan dalam negerinya sendiri sementara hubungan pertahanan dan luar negeri tetap menjadi tanggung jawab Denmark.

Kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat dan Kanada di wilayah tersebut terus berlangsung dengan mempertimbangkan status politik dan hak pemerintah setempat Greenland.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved