
Repelita Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengalami pingsan secara tiba-tiba saat memimpin sebuah upacara persemayaman.
Insiden tersebut terjadi di area Akademi Usaha Perikanan Kelautan dan Perikanan yang berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Peristiwa itu berlangsung pada hari Minggu tanggal 25 Januari ketika suasana upacara berubah tegang secara mendadak.
Trenggono bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi penghormatan terakhir bagi tiga korban kecelakaan pesawat.
Ketiga jenazah tersebut adalah pilot pesawat Kapten Andy Dahananto serta dua pegawai KKP Ferry Irawan dan Yoga Naufal.
Upacara persemayaman dihadiri oleh keluarga korban, sejumlah pejabat pemerintah, dan rekan kerja dari instansi terkait.
Prosesi diawali dengan penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada negara untuk dimakamkan secara kedinasan.
Namun di tengah jalannya acara, tepat setelah proses penyerahan jenazah, kondisi mendadak berubah.
Trenggono terjatuh dan kehilangan kesadaran di depan seluruh peserta upacara yang hadir.
Kejadian itu langsung mengejutkan semua orang yang menyaksikan prosesi penghormatan tersebut.
Petugas dan staf yang berada di lokasi segera bergerak untuk memberikan bantuan pertolongan pertama.
Menteri Trenggono kemudian dievakuasi dari lokasi untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih memadai.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Kementerian mengenai kondisi kesehatan sang menteri.
Penyebab pasti dari insiden pingsan tersebut juga masih dalam proses pemeriksaan dan penanganan.
Sejumlah pihak menduga faktor kelelahan fisik dan tekanan emosional menjadi pemicu utama kejadian ini.
Prosesi persemayaman sendiri berlangsung dalam suasana yang penuh dengan emosi dan kesedihan mendalam.
Para korban kecelakaan pesawat merupakan bagian dari keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah menewaskan ketiga orang tersebut dan meninggalkan duka yang dalam.
Upacara persemayaman negara digelar sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasa dan pengabdian mereka.
Meski sempat dihentikan sejenak, rangkaian acara tetap dilanjutkan setelah situasi dinyatakan kondusif.
Keluarga korban menunjukkan ketegaran dengan mengikuti seluruh prosesi hingga acara selesai.
Kejadian ini dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian publik melalui berbagai platform media sosial.
Banyak warganet yang menyampaikan doa dan harapan agar Menteri Trenggono segera pulih kesehatannya.
Mereka juga berharap sang menteri dapat kembali menjalankan tugas-tugasnya dengan kondisi yang fit.
Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan belum memberikan keterangan lebih lanjut hingga berita ini disusun.
Namun disebutkan bahwa Trenggono telah mendapatkan penanganan medis lanjutan setelah kejadian tersebut.
Insiden ini menjadi pengingat akan tekanan fisik dan emosional yang sering dihadapi para pejabat negara.
Upacara penghormatan terakhir bagi korban kecelakaan pesawat tetap berjalan dengan khidmat hingga akhir.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

