Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Laras Faizati Ungkap Kondisi Penjara: Tulis Pledoi di Atas Matras Keras, Sel Sempit Berisi 15 Tahanan

 

Repelita Jakarta Selatan - Terdakwa kasus dugaan penghasutan dalam demonstrasi Agustus 2025 Laras Faizati membeberkan kondisi sulit di balik tahanan saat membacakan nota pembelaan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin 5 Januari 2026.

Laras mengungkap bahwa pledoi pribadinya disusun langsung dari dalam sel Rutan Bambu Apus dengan segala keterbatasan yang ada.

Saya menulis nota pembelaan ini dari balik jeruji besi, di atas matras keras dan dingin, di dalam ruangan sempit berisikan 15 orang ujar Laras saat membacakan pledoi di hadapan majelis hakim.

Ruang tahanan yang sempit dan padat tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk menyusun pembelaan yang panjang.

Kondisi fisik yang minim kenyamanan justru menjadi latar belakang penyusunan dokumen yang dibacakan selama sekitar 30 menit itu.

Laras menekankan bahwa pledoi tersebut lahir dari hati nurani yang tulus meski dalam situasi penahanan yang berat.

Saya, Laras Fauzati Khairunnisa binti almarhum Wahyu Kuncoro, menyampaikan nota pembelaan pribadi saya yang saya tulis dari hati nurani saya ucapnya dengan suara mantap.

Ia menolak tuduhan sebagai penyebab kegelisahan sosial dan justru menunjuk ketidakadilan sebagai akar masalah sebenarnya.

Jika negara demokrasi ini mengharuskan saya untuk diam, membungkam suara saya sebagai respon ketidakadilan, maka keadilan dan demokrasi di negara ini telah pudar tukasnya.

Laras juga menyentuh kerentanan posisi perempuan ketika berani bersuara di ruang publik.

Suara perempuan harus dihargai sebagai kontribusi berharga, bukan malah menjadi alasan untuk proses kriminalisasi.

Perempuan berperan sebagai pendidik utama bagi generasi mendatang dan sumber pengetahuan yang tak ternilai.

Laras memohon pembebasan agar dapat kembali ke pelukan ibunda yang selama ini setia mendukung perjuangannya.

Pembelaan ini menjadi bagian krusial sebelum majelis hakim mengambil keputusan akhir dalam perkara tersebut.

Pengungkapan kondisi tahanan oleh Laras menambah dimensi kemanusiaan dalam proses persidangan yang penuh perhatian publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved