Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

KSAD Maruli Tak Terima Dijuluki Jenderal Baut, Susno Duadji: Pejabat Publik Kalau Dikritik Makin Marah Semakin Jadi Bulanan Netizen

Repelita Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan ketidaksetujuannya terhadap julukan "Jenderal Baut" yang ramai disematkan netizen kepadanya. Julukan ini muncul setelah Maruli mengungkap dugaan sabotase baut pada jembatan darurat Bailey di wilayah bencana.

Pernyataan Maruli ini mendapat sorotan dari mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji. Susno menilai respons emosional terhadap kritik justru akan memperburuk citra pejabat publik di mata warganet.

“Pejabat publik apapun pangkat dan jabatannya kalau dikritik makin marah maka akan semakin jadi bulan-bulanan nitizen,” tulis Susno dalam unggahannya di platform X pada Rabu, 7 Januari 2026.

Maruli sendiri menganggap julukan tersebut berlebihan karena tidak mencerminkan pemahaman nyata terhadap kerja keras TNI AD di lapangan, khususnya dalam penanganan infrastruktur darurat pascabencana.

Ia tetap terbuka terhadap kritik konstruktif untuk evaluasi internal. “Ya, nggak apa-apa, kritik bagus, supaya kami juga mengevaluasi. Tapi memberi kesan bahwa dia ngerti, kita buat salahnya banyak, ya nggak gitu-gitu juga, ya. Saya dibilangnya general baut katanya,” ujar Maruli dalam pernyataannya pada Rabu, 7 Januari 2026.

Sebagai menantu Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Maruli menekankan keterlibatannya langsung dalam operasi lapangan. Ia mengklaim bertanggung jawab atas perencanaan hingga eksekusi pembangunan jembatan sementara.

“Nah, saya tuh yang merencanakan dari satuan-satuan, pindah ke sini, naik kapal, geser ke sana, geser ke titiknya, kita pasang sampai jadi digunakan masyarakat,” ungkapnya.

Maruli juga menyebut dirinya yang mengurus pengadaan material dan pemasangan. “Saya yang merencanakan semua itu. Saya beli armco di sini, gotong-gotong naik ke sini, sampai di sana geser ke jembatan, saya pasang,” tegasnya.

Baginya, tantangan di medan operasi sangat berat, sehingga prajurit TNI AD bekerja ekstra tanpa mengeluh. “Anggota-anggota semua itu jungkir balik, ya. Jadi saya nggak pernah punya beban. Silahkan aja bicara apa,” imbuhnya.

Prioritas Maruli adalah memastikan hasil kerja Angkatan Darat dirasakan langsung oleh masyarakat korban bencana. Ia mengaku tidak terganggu oleh sindiran. “Yang penting saya yakin apa yang kami kerjakan, Angkatan Darat, itu dirasakan masyarakat langsung yang bencana,” tegasnya.

Di akhir, Maruli menyindir para pengkritik yang dianggapnya kurang paham realitas lapangan. “Dibandingkan orang-orang yang bicara itu, memang otaknya sebaut. Dia itu yang sebaut,” pungkasnya.(*)

Editor: Elok R-ID 91224

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved