Repelita Jayapura - Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Papua dan Papua Pegunungan selama dua hari terakhir mendapat sorotan tajam dari para aktivis serta tokoh masyarakat lokal yang menilai agenda tersebut lebih bersifat seremonial semata.
Agenda yang mencakup bermain sepak bola meninjau pasar tradisional serta memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dianggap tidak menyentuh akar persoalan utama di Tanah Papua.
Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Theo Hesegem menegaskan bahwa pendekatan berupa kunjungan simbolis semacam itu tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah mendasar yang dihadapi masyarakat Papua.
Menurutnya jika kunjungan Wakil Presiden hanya sebatas meninjau pasar sekolah dan bermain bola maka lebih baik tidak dilakukan karena persoalan Papua jauh lebih kompleks dan memerlukan penyelesaian serius dari negara.
Theo Hesegem menyatakan bahwa kunjungan bersifat seremonial menunjukkan kurangnya kemauan pemerintah pusat untuk benar-benar menyelesaikan isu di Papua sehingga seolah menutup mata terhadap akar konflik yang sesungguhnya.
Ia menjelaskan bahwa masalah di Papua bukan hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur atau peningkatan ekonomi melainkan persoalan politik yang memunculkan krisis kemanusiaan serta berbagai pelanggaran hak asasi manusia.
Theo Hesegem menambahkan bahwa slogan-slogan lama seperti Bapak Datang Anak Senang sudah tidak relevan lagi dan tidak mampu menyembuhkan luka mendalam masyarakat Papua yang mendambakan keadilan di bidang hukum maupun politik.
Ia menyarankan agar setiap kunjungan pejabat tinggi negara termasuk Presiden dan Wakil Presiden sebaiknya dimanfaatkan untuk duduk bersama mendengarkan masukan dari Dewan Adat Papua serta perwakilan fraksi politik lokal.
Dari dialog tersebut pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran guna menyelesaikan persoalan Papua secara menyeluruh.
Theo Hesegem juga menyinggung pembatalan kunjungan Wakil Presiden ke Kabupaten Yahukimo dengan alasan keamanan sebagai bukti bahwa situasi di Papua tidak bisa diremehkan dan tidak cukup diatasi hanya dengan acara seremonial.
Menurutnya penyelesaian memerlukan dialog terbuka dengan berbagai pihak termasuk Dewan Adat Papua fraksi politik aktivis hak asasi manusia hingga tokoh yang memiliki pandangan politik berbeda sekalipun.
Tokoh Papua Paskalis Kossay menyatakan senada bahwa kunjungan Wakil Presiden ke Papua terkesan seperti kegiatan rekreasi akhir pekan karena tidak diikuti gebrakan kebijakan yang berarti dalam menangani masalah di wilayah tersebut.
Ia menilai agenda yang disajikan terlalu biasa padahal berbagai permasalahan sosial ekonomi politik dan keamanan di Papua terus mengalami peningkatan intensitas dari waktu ke waktu.
Paskalis Kossay menambahkan bahwa kunjungan tanpa agenda yang jelas dan hanya berupa jalan-jalan formalitas serta pertemuan dengan pejabat birokrasi tidak memberikan dampak positif bagi penyelesaian isu Papua.
Ia juga mengkritik dua lembaga yang dibentuk pemerintah pusat yaitu Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua serta Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua karena dianggap tidak memiliki konsep dan strategi yang jelas.
Menurutnya lembaga-lembaga tersebut gagal mendorong percepatan pembangunan karena tidak pernah membuka ruang dialog dengan tokoh serta pemangku kepentingan di Papua untuk mencari solusi bersama.
Paskalis Kossay menyayangkan sikap pejabat negara yang seolah sengaja mengabaikan perkembangan masalah Papua yang semakin krusial dan berpotensi mengancam keutuhan bangsa.
Sebagaimana diketahui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Biak Numfor dan Wamena pada tanggal 13 hingga 14 Januari 2026.
Di Biak Numfor ia mengecek Sekolah Rakyat serta melakukan blusukan di Pasar Ikan Fandoi.
Sementara di Wamena Wakil Presiden bermain sepak bola bersama anak-anak SSB di Stadion Pendidikan Wamena meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di SMAN 1 Wamena blusukan ke pasar serta bertemu dengan pegiat kopi setempat.
Editor: 91224 R-ID Elok

