Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

KKB ancam tembak rombongan wapres hingga Gibran batalkan kunjungan ke Yahukimo Papua Pegunungan

 

Repelita Jayapura - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membatalkan kunjungan kerja ke Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan yang semula dijadwalkan pada Rabu 14 Januari 2026 karena pertimbangan keamanan yang mendesak.

Kunjungan tersebut sebelumnya direncanakan menyusul peninjauan Pasar Potikelek serta SMA Negeri 1 Wamena di wilayah sekitar.

Pembatalan dipicu oleh adanya ancaman penembakan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB yang oleh aparat keamanan disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata terhadap rombongan Wakil Presiden beserta pengawalnya.

Pada Selasa 13 Januari 2026 Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo Mayor Kopitua Heluka menyatakan bahwa pasukannya telah menembak sebuah pesawat sipil yang membawa aparat militer memasuki wilayah perang di Yahukimo.

Penembakan itu disebut sebagai peringatan tegas agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak memasuki wilayah tersebut.

Mayor Kopitua Heluka menegaskan bahwa jika kunjungan tetap dilakukan maka TPNPB Kodap XVI Yahukimo siap menembak rombongan Wakil Presiden dan seluruh anggota rombongannya.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menyampaikan pernyataan kepada Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta kabinet agar lebih dulu menyelesaikan sengketa politik di Tanah Papua antara masyarakat Papua dan pemerintah Indonesia.

Mereka menegaskan bahwa jika hal tersebut tidak dilakukan maka TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan seluruh Tanah Papua siap menggagalkan seluruh program pembangunan di wilayah tersebut.

TPNPB juga mengimbau masyarakat Papua dari Sorong hingga Samarai untuk tidak menyerahkan tanah adat kepada negara demi proyek sawit padi maupun pembangunan pos militer.

Kelompok tersebut menilai kebijakan tersebut mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat yang berpotensi diikuti penangkapan penembakan serta pembunuhan oleh aparat keamanan Indonesia.

Pangdam XVII/Cenderawasih sekaligus Komandan Satgas Pengamanan VVIP Mayjen TNI Amrin Ibrahim menyatakan bahwa dirinya telah menyarankan pembatalan kunjungan setelah mengevaluasi situasi keamanan di Yahukimo hingga pagi hari tersebut.

Menurutnya laporan intelijen menunjukkan adanya pergerakan kelompok tidak bertanggung jawab yang berpotensi mengganggu keamanan kunjungan Wakil Presiden.

Amrin Ibrahim menekankan bahwa keputusan itu semata-mata demi menjaga keselamatan Wakil Presiden meskipun Gibran sangat berkeinginan kuat untuk berkunjung ke Yahukimo.

Wakil Presiden disebut ingin menyapa langsung masyarakat setempat serta menyaksikan kemajuan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah di wilayah tersebut.

Kabupaten Yahukimo termasuk salah satu dari tiga daerah di Papua yang paling sering mengalami gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz ketiga kabupaten dengan gangguan tertinggi adalah Puncak Intan Jaya serta Yahukimo dengan Yahukimo mencatat jumlah kasus paling banyak yaitu 35 insiden.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyatakan bahwa evaluasi pengamanan tahun 2025 menunjukkan ketiga wilayah itu memiliki intensitas gangguan keamanan paling tinggi.

Aktivitas tambang emas ilegal di pedalaman khususnya Distrik Seradala menjadi salah satu pemicu utama konflik dan kekerasan karena menarik banyak pendatang luar daerah.

Faktor geografis serta keterbatasan infrastruktur juga menyulitkan penanganan keamanan dan evakuasi korban di wilayah tersebut.

Satgas Damai Cartenz berkomitmen meningkatkan penegakan hukum serta pengamanan untuk menekan aktivitas kelompok bersenjata dan menjaga stabilitas di seluruh wilayah operasionalnya.

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved