:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20251217-Roy-Suryo-dan-Ketua-Umum-Jokowi-Mania-Andi-Azwan.jpg)
Repelita [Jakarta] - Ketua Umum Jaringan Organisasi Masyarakat Andi Azwan memberikan penilaian kritis terhadap sikap Roy Suryo yang menolak untuk meminta maaf kepada Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo.
Menurut Andi, sikap tersebut menunjukkan ketertutupan hati nurani dan keengganan untuk mengakui kesalahan yang telah diperbuat.
Dia menjelaskan bahwa seluruh bukti mengenai keaslian ijazah Joko Widodo telah disampaikan secara resmi dan terbuka oleh lembaga negara yang berwenang.
“Saya sudah bicara langsung dengan Roy Suryo kira-kira 6 sampai 7 bulan yang lalu mengatakan kalau itu memang salah itu tidak mengurangi rasa hormat, tidak mengurangi gengsi kita untuk datang ke Solo mengatakan, ‘Pak, dalam penelitian saya ini terjadi kesalahan.
ijazah Bapak benar karena institusi sudah mengatakan itu dan saya mohon maaf selesai apa yang dikatakan saya tidak akan minta maaf dan 99,99% malah ada yang bilang 1000 triliun persen malah itu palsu.
Mereka tinggi hati,” kata Andi Azwan dalam wawancara melalui platform Zoomcast pada Jumat, 9 Januari 2026.
Dia menegaskan bahwa penolakan Roy Suryo untuk meminta maaf sudah melampaui batas perbedaan pendapat biasa.
Sikap tersebut dinilai sebagai cerminan dari rasa tinggi hati yang berlebihan dan ketidakmampuan untuk menerima kebenaran.
“Hatinya sudah seperti batu karang, batu cadas, tidak bisa ditembus lagi untuk menerima kebenaran,” ujarnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

