Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Kamala Harris Kutuk Serangan AS ke Venezuela: Bukan Demi Demokrasi, Tapi Minyak dan Ambisi Trump ?

 Update Terbaru Pemilu AS 2024: Trump 230, Kamala 210

Repelita Washington - Aksi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela tidak sepenuhnya mendapat sambutan positif dari kalangan internal negara tersebut.

Operasi cepat yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya dinilai tidak akan memperkuat atau meningkatkan keamanan bagi Amerika Serikat.

Pandangan kritis itu salah satunya datang dari mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris.

Meskipun Maduro dianggap sebagai pemimpin otoriter yang kejam dan tidak legitimate, intervensi militer tersebut tetap dianggap melanggar hukum dan kurang bijak.

"Kita sudah pernah melihat film ini sebelumnya. Perang untuk penggulingan rezim atau minyak yang dijual sebagai kekuatan tetapi berubah menjadi kekacauan, dan keluarga-keluarga Amerika yang menanggung akibatnya. Rakyat Amerika tidak menginginkan ini, dan mereka lelah dibohongi," ujar Kamala Harris melalui unggahannya di media sosial.

Menurutnya, aksi tersebut bukanlah demi memerangi narkoba atau mempromosikan demokrasi, melainkan semata untuk menguasai minyak serta ambisi Donald Trump menjadi penguasa dominan di kawasan.

Jika Trump benar-benar peduli pada isu tersebut, ia tidak akan memberikan ampunan kepada pelaku perdagangan narkoba atau mengabaikan oposisi resmi Venezuela demi kesepakatan dengan sekutu Maduro.

"Presiden mempertaruhkan nyawa pasukan, menghabiskan miliaran dolar, menggoyahkan stabilitas kawasan, dan tidak menawarkan dasar hukum, rencana keluar, maupun manfaat di dalam negeri," tegas Kamala Harris.

Ia menekankan bahwa Amerika membutuhkan pemimpin yang fokus menurunkan biaya hidup bagi pekerja, memperkuat supremasi hukum, mempererat aliansi internasional, serta mengutamakan kepentingan rakyatnya sendiri.

Sementara itu, Jaksa Agung AS Pam Bondi mengumumkan bahwa Nicolas Maduro dan istrinya telah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York pasca-operasi militer yang menangkap mereka.

Dalam postingannya di X pada Sabtu lalu, Bondi menyatakan Maduro menghadapi berbagai tuduhan seperti konspirasi terorisme narkotika, rencana impor kokain, kepemilikan senjata mesin serta bahan peledak, hingga konspirasi memiliki senjata tersebut terhadap Amerika Serikat.

Bondi tidak merinci dakwaan spesifik terhadap istri Maduro.

“Mereka akan segera menghadapi murka keadilan Amerika sepenuhnya di tanah Amerika di pengadilan Amerika,” ucap Bondi.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Maduro beserta istrinya telah ditangkap melalui operasi militer besar-besaran di Venezuela dan sudah diterbangkan keluar dari negara tersebut.

Pihak Venezuela menuntut diadakannya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas serangan dari Amerika Serikat.

“Menghadapi agresi kriminal yang dilakukan oleh pemerintah AS terhadap tanah air kami, kami telah meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB, yang bertanggung jawab untuk menegakkan hukum internasional,” tulis Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil melalui platform Telegram.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved