Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Jokowi Tegaskan Urusan Maaf Pribadi, Tapi Kasus Ijazah Tetap Lanjut ke Pengadilan

 Hadiri Rakernas PSI di Makassar, Jokowi Targetkan Struktur Partai hingga  RT/RW

Repelita Solo - Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan sikapnya terkait polemik kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan namanya.

Dalam pernyataannya di kediamannya di Solo pada Jumat (30/1/2026), ia menyatakan bahwa secara pribadi selalu membuka pintu maaf dan rekonsiliasi, namun proses hukum yang telah berjalan di kepolisian harus tetap dilanjutkan hingga ke pengadilan.

Jokowi menjelaskan bahwa urusan pribadi berupa saling memaafkan tidak dapat dicampuradukkan dengan mekanisme hukum yang sedang berjalan secara formal.

Ia menegaskan bahwa laporan yang sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya telah masuk ke ranah hukum, sehingga penyelesaiannya harus mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Menurut Jokowi, proses pengadilan justru penting sebagai forum resmi untuk memaparkan bukti-bukti terkait keabsahan ijazah yang dipersoalkan. Tanpa adanya mekanisme hukum tersebut, tidak ada ruang yang sah untuk mengungkap fakta secara terbuka dan transparan kepada publik.

Sebelumnya, Jokowi diketahui telah memberikan maaf secara pribadi kepada dua pihak yang sempat menjadi tersangka dalam kasus yang sama, yaitu Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.

Pertemuan langsung di Solo pada awal Januari 2026 memungkinkan penyelesaian perkara mereka melalui mekanisme restorative justice.

Namun, Jokowi menekankan bahwa penyelesaian secara personal tersebut tidak serta merta menghentikan seluruh proses hukum lainnya yang masih berjalan, termasuk terhadap pihak-pihak lain yang tetap akan diselesaikan melalui jalur pengadilan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved