
Repelita Jakarta - Wacana perombakan Kabinet Merah Putih kembali mengemuka meskipun telah beberapa kali dibantah oleh jajaran pemerintahan.
Pembicaraan mengenai kemungkinan terjadinya reshuffle terus berulang sejak awal masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan.
Wacana tersebut bahkan kembali menguat setelah lebih dari satu tahun susunan kabinet saat ini bekerja melaksanakan berbagai program pemerintah.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai isu reshuffle kerap muncul tanpa didasari oleh landasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut pengamatannya, sejak Presiden Prabowo resmi dilantik, wacana perombakan kabinet sudah beberapa kali bergulir di berbagai kalangan.
Namun hingga saat ini pemerintahan tetap berjalan dengan susunan kabinet yang relatif stabil tanpa perubahan signifikan dalam strukturnya.
Ahmad Doli menegaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif mutlak dari Presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara.
Keputusan terkait waktu pelaksanaan, sosok yang dievaluasi, hingga alasan dilakukannya perombakan sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya kira pastilah ada pembicaraan-pembicaraan antara Pak Presiden dengan ketua partai politik, termasuk ketua Partai Golkar, kalau misalnya ada rencana evaluasi kemudian reshuffle dan seterusnya,” imbuhnya seperti dilansir dari YouTube Kompas TV.
Oleh karena itu, Partai Golkar menyatakan sikap percaya penuh terhadap setiap keputusan yang akan diambil oleh Presiden terkait komposisi kabinet.
Dalam konteks keterlibatan Golkar di kabinet, Ahmad Doli menyampaikan bahwa partainya selama ini mendapatkan kepercayaan untuk menempatkan kader-kader terbaiknya.
Kader-kader terbaik Partai Golkar ditempatkan di sejumlah posisi menteri dan wakil menteri dalam struktur Kabinet Merah Putih saat ini.
Seluruh penugasan tersebut menurutnya merupakan kewenangan penuh Presiden dan bagian dari dinamika pemerintahan yang wajar terjadi.
Meski demikian, Golkar berharap kepercayaan yang telah diberikan tidak berkurang apabila suatu saat dilakukan evaluasi terhadap kinerja kabinet.
Harapan tersebut diiringi dengan dorongan internal agar seluruh kader Golkar yang menjabat di Kabinet Merah Putih mampu menunjukkan kinerja maksimal.
Setiap kader diharapkan dapat menjaga performa kerja di masing-masing kementerian dan lembaga tempat mereka ditugaskan oleh Presiden.
Terkait kemungkinan adanya komunikasi politik jika reshuffle benar-benar terjadi, Ahmad Doli menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dalam sistem pemerintahan.
Ia meyakini Presiden akan melakukan pembicaraan dengan para ketua umum partai politik pendukung pemerintah termasuk Ketua Umum Partai Golkar.
Pembicaraan tersebut dinilai penting mengingat hampir seluruh pimpinan partai koalisi juga terlibat langsung dalam susunan kabinet pemerintahan saat ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

