Repelita Jakarta - Pertunjukan stand-up comedy spesial Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono yang tayang di Netflix sejak akhir Desember 2025 menjadi pusat perhatian masyarakat karena berisi satire tajam terhadap berbagai isu politik dan pemerintahan.
Salah satu segmen yang memicu perdebatan adalah saat Pandji menyindir penampilan fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan menyebut mata beliau terlihat seperti orang mengantuk.
Pandji mengaitkannya dalam konteks pemilih yang kadang memutuskan berdasarkan tampilan luar, di samping nama-nama tokoh lain seperti Prabowo yang digambarkan gemoy.
Reaksi keras datang dari penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Tompi, yang menilai guyonan tersebut tidak pantas karena menyentuh kondisi fisik seseorang.
Menurut Tompi, apa yang tampak sebagai mata mengantuk pada Gibran merupakan kondisi medis bernama ptosis, yaitu kelopak mata turun yang bisa bersifat bawaan sejak lahir, fungsional, atau karena faktor kesehatan tertentu.
Ia menekankan bahwa menjadikan ptosis sebagai bahan lelucon bukanlah bentuk kritik cerdas, melainkan merendahkan kondisi anatomis individu.
Tompi menyatakan kritik boleh saja, termasuk melalui satire dan humor, tetapi tidak dengan menyerang aspek tubuh yang di luar kendali seseorang.
Pandji Pragiwaksono merespons kritik tersebut dengan menerima koreksi dan mengapresiasi penjelasan medis dari Tompi.
Di tengah polemik ini, aktivis buruh yang dikenal dengan akun X @kafiradikalis pada 7 Januari 2026 menyindir balik dengan membandingkan kasus akun lama Kaskus bernama Fufufafa.
Akun tersebut pernah berulang kali menghina fisik berbagai tokoh, termasuk Prabowo, anak Prabowo dengan isu LGBT, orang Papua sebagai kulit gosong, Andi Arief sebagai wajah sabu, serta artis-artis dengan nuansa seksual.
Menurutnya, tiba-tiba ada pihak yang bersikap seolah amnesia dan membela moralitas pelaku hinaan fisik semacam itu.








**“…Padahal Fufufafa menghina-melecehkan fisik:
- Prabowo
- Anak Prabowo yg LGBT
- Orang Papua sbg kulit gosong
- Andi Arief sbg wajah sabu
- Artis2 dgn nuansa seksual
Tiba2 seorang dokter belagak amnesia, seolah Fufufafa makhluk bermoral yg layak dibela.
Wkwkwk (``,)**
Akun Fufufafa sendiri kembali ramai dibahas karena pakar telematika Roy Suryo pernah mengklaim bahwa akun tersebut milik Gibran Rakabuming Raka, meski klaim itu menuai kontroversi dan laporan hukum dari pihak lain.
Polemik ini mencerminkan perdebatan lebih luas mengenai batas antara kebebasan berekspresi, satire politik, dan penghormatan terhadap kondisi pribadi individu di ruang publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

