Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Siapa yang bikin teks pidato Prabowo? CELIOS: Prabowo salah baca data, Indonesia bukan negara paling bahagia di dunia

Repelita Jakarta - Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies Media Wahyudi Askar menyatakan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai Indonesia sebagai negara dengan rakyat paling bahagia di dunia berdasarkan survei tertentu merupakan penafsiran yang tidak tepat.

Prabowo pada 5 Januari 2026 menyebut Indonesia menduduki peringkat pertama dalam hal kebahagiaan masyarakat menurut hasil studi internasional yang melibatkan hampir 200 negara.

“Di mana hampir 200 negara, negara yang rakyatnya setelah ditanya, menjawab bahwa rakyat tersebut mengalami bahagia. Negara yang paling nomor satu di dunia sekarang, rakyat yang mengatakan bahagia adalah bangsa Indonesia. Ini mengharukan bagi saya,” ujar Prabowo saat acara perayaan Natal nasional di Jakarta.

Namun Media Wahyudi pada 7 Januari 2026 menjelaskan bahwa data dari Global Flourishing Study yang menjadi rujukan tidak secara langsung mengukur tingkat kebahagiaan.

“Saya ingin luruskan ya satu hal yang sangat keliru. Data ini tidak mengatakan orang Indonesia itu bahagia. Jadi bisa dicek kembali studi GFS itu, yang ditunjukkan di data itu adalah flourishing dan itu bukan sinonim kebahagiaan,” kata Media.

Flourishing dalam studi tersebut mencakup berbagai dimensi kehidupan yang lebih luas daripada sekadar rasa bahagia.

Ketika komponen happiness atau kepuasan hidup dianalisis secara spesifik, posisi Indonesia justru berada di bawah beberapa negara lain.

“Bahkan kalau dibandingkan dengan negara lain, life satisfaction dan happiness-nya justru lebih rendah. Jadi klaim bahwa orang Indonesia itu bahagia berdasarkan studi itu tidak betul dan itu salah baca data,” tegasnya.

Skor tinggi Indonesia dalam indeks keseluruhan lebih banyak ditopang oleh faktor makna hidup, tujuan eksistensial, karakter, serta nilai kebajikan.

“Bukan berarti lebih bahagia,” ungkap Media.

Contohnya, banyak masyarakat Indonesia yang meskipun menghadapi kesulitan ekonomi tetap menemukan arti dalam tanggung jawab keluarga atau keyakinan spiritual.

“Saya enggak tahu siapa yang membuatkan teks Pidato Prabowo, tapi silakan dicek kembali studinya, keliru dibaca oleh pemerintah, yang bikin teks pidatonya salah,” paparnya.

Dimensi kebahagiaan murni dalam survei tersebut justru menunjukkan Jepang berada di posisi teratas.

Media mengimbau agar pembacaan data semacam ini dilakukan dengan lebih cermat.

“Saya enggak bilang ini kemudian menggugurkan argumen soal bagaimana orang Indonesia hidupnya lebih bermakna dan seterusnya, tetapi memang kita harus lebih hati-hati ya membaca data ini.

“Karena saya khawatir data ini justru digunakan untuk kita kemudian melupakan persoalan struktural di negeri ini,” katanya.

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved