Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Sulawesi Selatan Bukan Insiden Tunggal, Tercatat Tiga Kecelakaan Serupa di Januari 2026

 

Repelita Makassar - Pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport yang jatuh di Sulawesi Selatan bukanlah insiden tunggal untuk tipe pesawat tersebut.

Tercatat sudah ada tiga kecelakaan yang melibatkan pesawat dengan jenis serupa dalam bulan Januari tahun 2026.

Pesawat bernomor registrasi PK-THT tersebut hilang kontak pada hari Sabtu tanggal 17 Januari pukul tiga belas lebih tujuh belas menit waktu setempat.

Pesawat sedang dalam penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar ketika insiden terjadi.

Pesawat tersebut disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk keperluan pemantauan pengawasan sumber daya kelautan.

ATR 42-500 merupakan pesawat turboprop yang dirancang khusus untuk penerbangan regional dengan jarak menengah.

Pesawat ini merupakan hasil patungan antara perusahaan Airbus asal Prancis dan Leonardo dari Italia.

Fungsi utama pesawat ini adalah mengangkut penumpang dan kargo pada rute-rute penerbangan jarak pendek hingga menengah.

Maskapai penerbangan regional dan komuter sering memanfaatkan pesawat jenis ini untuk operasional sehari-hari.

Kapasitas pesawat ini sekitar empat puluh hingga lima puluh penumpang tergantung konfigurasi kursi yang diterapkan.

Pesawat dilengkapi dengan mesin turboprop Pratt and Whitney Canada PW127 sebagai penggerak utama.

Kecepatan maksimum yang dapat dicapai adalah tiga ratus knot atau setara dengan lima ratus lima puluh lima kilometer per jam.

Dengan bahan bakar penuh, pesawat ini mampu menempuh jarak hingga seribu enam ratus sebelas kilometer.

Panjang badan pesawat mencapai dua puluh dua koma enam tujuh meter untuk varian ATR 42-500.

Rentang sayap pesawat ini adalah dua puluh empat koma lima tujuh meter sesuai dengan spesifikasi dasar.

Insiden pertama terjadi pada tanggal dua Januari di Bandara Bhadrapur yang terletak di Nepal bagian timur.

Pesawat ATR 72-500 milik maskapai Buddha Air mengalami kecelakaan jenis runway excursion saat proses pendaratan.

Seluruh penumpang sebanyak lima puluh lima orang berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa dalam insiden tersebut.

Insiden kedua terjadi pada tanggal lima belas Januari di Bandara Simberi yang berada di wilayah Papua Nugini.

Pesawat ATR 42-500 keluar dari landasan pacu dan menabrak saluran drainase di sekitar area bandara.

Sebanyak empat belas orang yang berada dalam pesawat tersebut selamat semua tanpa mengalami cedera berarti.

Insiden ketiga adalah kecelakaan di Sulawesi Selatan yang hingga kini masih dalam proses pencarian korban.

Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan lokasi pasti jatuhnya pesawat dan para penumpang.

Keluarga penumpang masih berharap agar para korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah membentuk tim investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Faktor cuaca, teknis pesawat, dan human error akan diteliti secara mendalam oleh tim ahli.

Keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasi transportasi udara.

Maskapai penerbangan diimbau untuk selalu melakukan pemeliharaan rutin terhadap seluruh armadanya.

Pilot juga harus mendapat pelatihan berkala untuk mengantisipasi berbagai situasi darurat yang mungkin terjadi.

Masyarakat pengguna jasa penerbangan diharapkan dapat memahami protokol keselamatan dengan baik.

Setiap penumpang wajib memperhatikan arahan keselamatan yang disampaikan oleh awak kabin.

Regulasi penerbangan harus terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi dan standar internasional.

Koordinasi antara otoritas penerbangan di berbagai negara perlu ditingkatkan untuk berbagi pembelajaran.

Data kecelakaan pesawat dapat menjadi bahan evaluasi penting bagi perbaikan sistem keselamatan.

Dengan berbagai upaya perbaikan, diharapkan angka kecelakaan penerbangan dapat terus ditekan.

Kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi udara harus dijaga melalui kinerja keselamatan yang prima.

Setiap insiden harus ditangani dengan transparan agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Dukungan terhadap keluarga korban harus diberikan secara maksimal selama proses pencarian dan investigasi.

Dengan kerja sama semua pemangku kepentingan, keselamatan penerbangan nasional dapat ditingkatkan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi kebenarannya.

Setiap perkembangan terkait investigasi kecelakaan akan disampaikan secara resmi oleh pihak berwenang.

Harapan terbesar adalah semua korban dapat ditemukan dan proses evakuasi berjalan dengan lancar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved