Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Relawan Temukan Korban Kedua Kecelakaan Pesawat di Lereng Bulusaraung, Evakuasi Terkendala Cuaca Ekstrem

 

Repelita Pangkep - Saipul Malik dari komunitas ARAI Sulsel mengisahkan detik-detik dirinya menemukan korban kedua kecelakaan pesawat di sekitar kawasan Gunung Bulusaraung saat terlibat dalam upaya pencarian bersama tim relawan dan aparat gabungan di wilayah Kabupaten Pangkep.

Saipul menyampaikan bahwa kecurigaan awal muncul ketika dirinya menemukan sejumlah serpihan pesawat di jalur pencarian yang berada di medan terjal dengan vegetasi rapat sehingga menyulitkan pergerakan tim di lapangan.

Saat ditemui di Posko AJU yang berlokasi di Desa Tompo Bulu Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep ia menjelaskan bahwa penemuan serpihan tersebut mendorongnya untuk menelusuri lebih jauh arah yang diduga menjadi titik jatuhnya badan pesawat.

Menurut penuturannya serpihan yang ditemukan menjadi petunjuk kuat bahwa lokasi tersebut tidak jauh dari posisi korban sehingga ia bersama rombongannya berupaya mencari jalur paling memungkinkan menuju area yang diduga sebagai lokasi utama kejadian.

Korban kedua yang diketahui berjenis kelamin perempuan ditemukan sekitar pukul 14.00 Wita dengan posisi berada tidak jauh dari bagian kepala pesawat yang telah hancur akibat benturan keras di medan pegunungan.

Saipul menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan menyisir sisi kanan lereng sambil memperhatikan tanda-tanda kerusakan alam seperti pohon patah dan batuan yang pecah akibat benturan pesawat.

Dari hasil penyisiran tersebut ia meyakini keberadaan korban berada di sekitar area tersebut hingga akhirnya menemukan jasad korban di lereng yang posisinya relatif dekat dengan serpihan utama pesawat.

Ia menyebutkan bahwa di sekitar lokasi ditemukan banyak komponen pesawat seperti baterai mesin dan saringan oli yang tersebar sehingga memperkuat dugaan bahwa titik tersebut merupakan bagian dari jalur jatuhnya pesawat.

Karena pada saat penemuan Saipul hanya bersama rombongan ARAI Sulsel dan mempertimbangkan faktor keselamatan serta prosedur penanganan jenazah mereka memutuskan untuk tidak mendekati korban secara langsung.

Rombongan tersebut memilih menunggu kedatangan tim SAR gabungan yang membawa perlengkapan lengkap termasuk kantong jenazah agar proses evakuasi dapat dilakukan sesuai standar.

Setelah tim gabungan dari TNI AL Basarnas dan unsur lainnya tiba di lokasi barulah korban didekati dan dipastikan berjenis kelamin perempuan dengan ditemukannya identitas berupa nametag yang kondisinya sudah samar.

Saipul menuturkan bahwa saat ditemukan posisi korban dalam keadaan tengkurap dengan kondisi kaki mengalami patah akibat benturan keras.

Ia juga menjelaskan bahwa korban mengenakan pakaian berwarna gelap berupa atasan hitam nonuniform celana jeans serta sepatu kets yang masih melekat saat ditemukan di lokasi kejadian.

Setelah kantong jenazah tiba korban kemudian dimasukkan dan dipindahkan sekitar dua puluh lima meter dari posisi awal untuk memudahkan proses evakuasi lanjutan menuju jalur utama.

Saipul menyebutkan bahwa tim telah melakukan briefing teknis evakuasi dengan mempertimbangkan penggunaan tali dari puncak menuju lokasi korban karena medan yang sangat curam dan berbahaya.

Di lokasi yang sama anggota Yonmanharlan VI Markas Serda Marinir Syamsul Alam yang turut membantu proses pencarian menjelaskan bahwa secara teknis evakuasi ke puncak memungkinkan namun penggunaan helikopter sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Syamsul menyampaikan bahwa jarak pandang di lokasi sangat terbatas hanya sekitar satu meter akibat kabut tebal dan badai yang menyelimuti kawasan pegunungan tersebut.

Berdasarkan hasil briefing tim gabungan direncanakan pada keesokan harinya korban akan dievakuasi menggunakan metode tali menuju puncak dengan opsi jalur udara atau darat yang akan disesuaikan dengan situasi di lapangan.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses evakuasi akan mempertimbangkan keselamatan tim dan kondisi alam mengingat medan berada di ketinggian dengan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved