Repelita Jakarta - Pegiat media sosial Nicho Silalahi memberikan respons terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan lebih menghormati pemulung dibandingkan koruptor.
Respons tersebut muncul setelah adanya peristiwa penggusuran pemukiman para pemulung di daerah Cilegon, Banten.
Dalam cuitannya di platform X pada Selasa (13/1/2026), Silalahi mempertanyakan keselarasan antara pernyataan dan tindakan nyata.
Ia menyoroti kejadian penghancuran rumah warga di Lingkungan Periuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kabupaten Cilegon.
“Buat apa cuma Hormat pada Pemulung kalau Rumah Mereka dihancurkan dan anda diam Pak @prabowo,” tulis Nicho Silalahi dalam kutipan langsung dari unggahannya.
“Seperti yang terjadi di Lingkungan Periuk, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang Kabupaten Cilegon ?,” lanjut cuitan tersebut.
Lokasi yang disebut merupakan tempat tinggal bagi banyak warga berprofesi sebagai pemulung, buruh harian, dan pedagang kecil.
Aksi penggusuran yang dilaporkan dilakukan oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat itu menuai penolakan keras dari penduduk.
Penolakan warga atas penggusuran pasca-penghancuran rumah mereka kemudian berujung pada pemanggilan oleh aparat kepolisian setempat.
Peristiwa ini menjadi dasar dari kritik yang mempertanyakan komitmen perlindungan terhadap kelompok masyarakat pekerja informal seperti pemulung.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

