
Repelita Bali - Sebuah kedai minuman di Bali menjadi pusat perbincangan setelah menyajikan matcha dalam kemasan mirip kantong infus medis yang memicu kekhawatiran kesehatan masyarakat.
Perawat bernama Rizal Do ikut menyuarakan keprihatinan melalui akun X @afrkml pada 5 Januari 2026.
Ia mendesak penghentian penjualan produk tersebut karena mengandung banyak risiko.
"Tujuh alasan kenapa gimmick begini bahaya dan sebaiknya dihentikan," ujarnya.
Tujuh poin yang diungkap Rizal Do mencakup label obat keras pada kemasan.
Kemudian keabsahan nama PT Otsuka yang tercantum serta apakah kantong tersebut limbah medis atau baru.
Risiko penggunaan kemasan infus untuk minuman konsumsi sehari-hari.
Pertanyaan mengenai pembuangan cairan awal jika kemasan baru serta potensi ketidakseimbangan elektrolit akibat rasio pencampuran.
Kurangnya standar food grade karena kemasan dirancang khusus untuk cairan medis kimia.
Belum adanya uji migrasi bahan kimia plastik ke dalam minuman.
Serta bahaya desensitisasi masyarakat terhadap alat medis serius.
Unggahan tersebut langsung mendapat respons luas dari warganet.
"Bayangin dari limbah medis terus bekas pasien hbsag+ atau b20," ujar akun @minjeongoppa.
"Jujur triggering banget sebagai orang yang pernah kena infeksi parah sampai obatnya harus via infus pakai PICC line di rumah selama sebulan, terus dijadiin gimmick begini, enggak banget asli," jelas akun @terusterong.
"Infus setnya juga, itu merk apa? Food grade atau merknya yangbiasa buat bmhp," tandas akun @karurawit.
PT Otsuka Indonesia telah menyatakan bahwa produk matcha tersebut bukan produksi mereka dan segala risiko bukan tanggung jawab perusahaan.
Kedai terkait mengklaim menggunakan kemasan steril baru namun kekhawatiran tetap mengemuka di kalangan tenaga medis serta masyarakat.
Editor: 91224 R-ID Elok

