Repelita Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan tanggapan terkait polemik yang menimpa komika Pandji Pragiwaksono atas sejumlah pernyataan yang dianggap menista beberapa pihak.
Hasto menegaskan PDI Perjuangan berkomitmen menjaga kewarasan demokrasi melalui pembangunan mekanisme checks and balances termasuk dalam merespons kritik dan perbedaan pendapat.
PDI Perjuangan itu Partai Demokrasi Indonesia Kami menjaga kewarasan dalam demokrasi dengan membangun checks and balances ujar Hasto.
Menurutnya penggunaan aparat penegak hukum secara berlebihan berpotensi menyentuh hak-hak dasar warga negara yang dijamin konstitusi seperti kebebasan berserikat berkumpul serta menyampaikan pendapat.
Ketika kebebasan berpendapat atau freedom of speech itu disentuh dengan pendekatan hukum yang berlebihan maka partai harus bersikap katanya.
Hasto mencontohkan kasus Pandji Pragiwaksono di mana sejumlah tokoh dan lembaga menilai pernyataan yang disampaikan masih berada dalam koridor kebebasan yang dilindungi konstitusi.
Hal-hal seperti ini harus dilawan dengan ide dengan gagasan Gagasan harus dihadapi dengan gagasan Itulah demokrasi yang sehat Jangan kemudian digunakan pasal-pasal karet tuturnya.
Ia mengingatkan Presiden pertama RI Soekarno pernah menjadi korban pasal-pasal karet yang membatasi kebebasan berserikat dan berpendapat.
Masa kita mau set back lagi ke tahun 30-an Di mana pasal kebebasan itu menjadi pasal karet yang multitafsir ujar Hasto.
Walau demikian Hasto juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan pendapat sesuai budaya bangsa Indonesia yang menghargai sopan santun dan penghormatan terhadap pemimpin.
Kita ini bangsa Timur budaya kita menghormati pimpinan Etika itu sebenarnya jauh lebih fundamental daripada sekadar hukum tertulis katanya.
Hasto menyatakan tanpa pasal pidana pun masyarakat Indonesia pada dasarnya sudah memahami bahwa penghinaan terhadap individu bukanlah hal yang baik terlebih sebagai bangsa yang religius.
Ia menambahkan kritik dan fungsi penyeimbang dalam demokrasi seharusnya difokuskan pada isu politik serta kebijakan bukan menyerang ranah pribadi.
Menjadi penyeimbang itu bukan menyerang orang per orang Penyeimbang itu bicara politik tutur Hasto.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

