Repelita Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan negara wajib melindungi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara bebas termasuk kritik terhadap kerusakan lingkungan.
Pernyataan itu disampaikan Anies saat menjawab pertanyaan wartawan terkait maraknya teror terhadap influencer yang membahas bencana banjir di Sumatera.
Negara berkewajiban menjalankan konstitusi Dan konstitusi mengatakan bahwa rakyat memiliki kebebasan untuk berserikat berkumpul dan menyuarakan pendapat kata Anies usai menghadiri Rakernas I Ormas Gerakan Rakyat di Jakarta Sabtu 17 Januari 2026.
Anies menekankan ketika warga mendapat ancaman karena menggunakan hak konstitusionalnya negara harus memberikan perlindungan penuh.
Ketika ada praktik-praktik ancaman kepada orang-orang yang menyuarakan pendapatnya maka negara berkewajiban melindungi ujarnya.
Ia meminta pemerintah menjalankan amanat konstitusi dengan baik karena tanggung jawab perlindungan warga bukan berada di tangan masyarakat media sosial atau partai politik melainkan di tangan negara sebagai penyelenggara pemerintahan.
Tanggung jawab untuk melindungi bukan pada media sosial bukan pada sesama aktivis bukan pada partai politik Tanggung jawab konstitusional itu ada pada negara Jalankan kewajiban itu dengan baik kata Anies.
Sebelumnya influencer dan kreator konten Ramond Dony Adam yang dikenal sebagai DJ Donny menjadi sorotan setelah mengalami serangkaian teror yang mengancam keselamatan dirinya dan keluarga.
Rentetan intimidasi dimulai dari pengiriman bangkai ayam tanpa kepala disertai ancaman hingga pelemparan bom molotov ke rumahnya yang telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Peristiwa pertama terjadi pada Senin malam 29 Desember 2025 ketika istrinya menemukan paket mencurigakan di rumah mereka.
Paket tersebut berisi bangkai ayam tanpa kepala beserta kertas berisi ancaman yang ditujukan kepada Donny agar berhenti bersuara di media sosial khususnya kritik terhadap kebijakan pemerintah terkait isu bencana dan penanganannya.
Teror berulang ini diduga kuat bermotif karena kritik Donny terhadap kebijakan publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

