
Repelita Jakarta - Habib Rizieq Shihab memberikan tanggapan terhadap materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono dalam tayangan Mens Rea.
Ia menyoroti bagian materi yang membahas kriteria pemilihan pemimpin berdasarkan kesalehan beribadah.
Rizieq menyatakan tidak mempermasalahkan kritik terhadap pemerintah yang disampaikan dalam bentuk komedi.
Bahkan ia mengaku sering menyampaikan kritik serupa terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Namun yang menjadi persoalan adalah penghubungan antara ibadah salat dengan kelayakan seseorang menjadi pemimpin.
Dalam ajaran Islam, memilih pemimpin yang tidak menjalankan salat merupakan tindakan yang diharamkan.
Kriteria kesalehan dalam beribadah merupakan bagian dari syariat yang tidak boleh dijadikan bahan olok-olok.
Materi komedi tersebut dinilai telah mengolok-olok pilihan umat Islam dalam menentukan pemimpin.
Rizieq menilai materi tersebut telah menghina ayat suci Alquran yang menyebut salat sebagai benteng maksiat.
Ayat yang menyatakan bahwa salat mencegah perbuatan keji dan mungkar merupakan firman Allah.
Firman Allah tersebut tidak boleh dijadikan bahan candaan atau diejek oleh siapapun termasuk pelawak.
Ia mengingatkan bahwa Pandji Pragiwaksono bukanlah ulama yang berwenang memberikan kesimpulan hukum agama.
Sebagai pelawak, seharusnya tidak mengambil peran sebagai pemberi fatwa dalam persoalan keagamaan.
Rizieq meminta Pandji Pragiwaksono untuk bertobat dan meminta maaf atas materi yang disampaikan.
Ia juga mendesak platform streaming Netflix menghapus bagian konten yang dianggap menistakan agama.
Tayangan tersebut telah ditonton oleh jutaan orang dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Pandji Pragiwaksono saat ini sedang menjadi sorotan setelah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Laporan diterima dengan nomor register tertentu pada tanggal delapan Januari tahun ini.
Kelompok pelapor mengatasnamakan organisasi pemuda dari dua latar belakang keagamaan berbeda.
Mereka menilai materi yang disampaikan merendahkan, memfitnah, dan berpotensi memecah belah.
Pandji Pragiwaksono melalui akun media sosialnya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterima.
Ia menyatakan kondisi baik-baik saja dan sedang berada di luar negeri saat ini.
Perdebatan mengenai batasan humor dan sensitivitas agama terus menjadi perbincangan publik.
Masyarakat diharapkan dapat menyikapi perbedaan pendapat dengan bijak dan saling menghormati.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

