
Repelita Solo - Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu Andi Azwan mengungkapkan latar belakang pertemuan antara Eggi Sudjana dengan Joko Widodo.
Ia menceritakan bahwa inisiatif pertemuan bermula dari kunjungan relawan ke rumah Eggi Sudjana pada pertengahan Desember.
Dalam pertemuan tersebut, Eggi Sudjana menyampaikan keinginannya untuk bertemu langsung dengan mantan presiden.
Eggi Sudjana bahkan menulis sebuah buku yang berisi pandangan-pandangannya mengenai kepemimpinan.
Pertemuan akhirnya terealisasi pada tanggal delapan Januari di kediaman Joko Widodo di Solo.
Andi Azwan menyebut bahwa jauh sebelum pertemuan, Eggi Sudjana telah menyatakan sikapnya mengenai ijazah.
Pada awal Januari tahun sebelumnya, Eggi Sudjana menyatakan akan meminta maaf jika ijazah terbukti asli.
Dalam proses hukum di kepolisian, Eggi Sudjana mendapatkan informasi dari kuasa hukumnya mengenai keaslian dokumen.
Kuasa hukum Elida Netty menyampaikan bahwa ijazah tersebut asli dan memiliki tanda pengaman yang lengkap.
Informasi inilah yang kemudian mendorong Eggi Sudjana untuk memenuhi undangan pertemuan.
Yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, dan kuasa hukum mereka.
Dari pihak relawan Joko Widodo hadir Muhammad Rahmat sebagai perwakilan.
Andi Azwan menggambarkan suasana pertemuan yang hangat dan penuh keakraban.
Pelukan erat antara Joko Widodo dengan Eggi Sudjana dinilai sebagai bentuk rekonsiliasi.
Tidak perlu ada pernyataan permintaan maaf secara eksplisit karena pelukan sudah mewakili maksud tersebut.
Menurut kesaksian pihak yang hadir, Joko Widodo jarang memberikan sambutan hangat seperti itu.
Pertemuan berlangsung selama lima puluh lima menit dengan suasana yang sangat emosional.
Di akhir pertemuan, Eggi Sudjana memimpin doa bersama selama kurang lebih dua belas menit.
Doa tersebut dimaksudkan untuk kebaikan Joko Widodo dan keluarga beserta seluruh bangsa.
Andi Azwan menekankan bahwa kehadiran Eggi Sudjana di Solo sudah menunjukkan niat baik.
Jarak tempuh yang jauh ditempuh bukan tanpa maksud dan tujuan yang jelas.
Pertemuan ini dinilai sebagai langkah penting dalam proses penyelesaian kasus hukum.
Semua pihak yang terlibat diharapkan dapat mengambil hikmah dari momentum rekonsiliasi ini.
Masyarakat diharapkan dapat melihat perkembangan positif dari pertemuan tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

