![]()
Repelita Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah melakukan proses pemeriksaan terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo terkait kasus dugaan korupsi kuota haji.
Pemeriksaan tersebut dilangsungkan di Gedung Merah Putih milik KPK pada hari Jumat tanggal dua puluh tiga Januari.
Usai menjalani proses pemeriksaan Dito Ariotedjo menjelaskan bahwa dirinya menghadapi berbagai pertanyaan mendetail dari penyidik.
Pertanyaan utama yang diajukan berkaitan dengan kunjungan kerjanya ke Arab Saudi selama masih menjabat sebagai seorang menteri.
Dito Ariotedjo menyatakan bahwa kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka mendampingi Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke negara tersebut.
Agenda kunjungan tersebut meliputi keikutsertaan dalam forum tingkat dunia serta pelaksanaan pertemuan bilateral antara kedua negara.
Dia menceritakan bahwa sektor olahraga menjadi salah satu bidang yang ingin dikembangkan melalui kerja sama dengan Kerajaan Arab Saudi.
Sebuah nota kesepahaman atau MoU sempat ditandatangani dalam pertemuan tersebut dan dokumennya telah dibawa serta saat pemeriksaan.
Dito Ariotedjo menjelaskan secara rinci mengenai seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukannya selama berada di Arab Saudi.
Dia menegaskan bahwa tidak ada pembahasan spesifik mengenai kuota haji dalam seluruh pertemuan bilateral yang dilakukan.
Pertemuan dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman berlangsung dengan sangat baik dan penuh keakraban.
Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap Arab Saudi yang terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia pada tahun dua ribu tiga puluh empat.
Setelah acara makan siang Perdana Menteri Arab Saudi menawarkan bantuan kepada Indonesia terkait persiapan gelaran Piala Dunia tersebut.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah mengenai pelaksanaan ibadah haji sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.
Dito Ariotedjo mengingat dengan jelas semangat dari pihak Arab Saudi untuk menindaklanjuti seluruh pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Dia kembali menegaskan bahwa isu mengenai kuota haji tidak pernah menjadi materi pembicaraan dalam pertemuan bilateral mana pun.
Penyidik KPK juga mengajukan pertanyaan mengenai keberadaan perusahaan travel Maktour milik Fuad Hasan Masyhur.
Fuad Hasan Masyhur diketahui merupakan mertua dari Dito Ariotedjo berdasarkan hubungan keluarga yang terjalin.
Pertanyaan yang diajukan adalah apakah pernah ada pembahasan mengenai perusahaan travel tersebut dengan Fuad Hasan Masyhur.
Dito Ariotedjo menyatakan kesiapannya untuk kembali memberikan keterangan apabila dibutuhkan dalam proses penyidikan kasus ini.
Kasus dugaan korupsi kuota haji ini sebelumnya telah menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai seorang tersangka.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

