
Repelita [Jakarta] - Dr. Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai dokter Tifa menyatakan bahwa akun media sosial bernama Fufufafa dengan probabilitas sangat tinggi merupakan milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan ini disampaikannya berdasarkan penelitian ilmiah yang telah dilakukannya dengan beberapa metode analisis khusus.
Dokter Tifa mengklaim telah melakukan penelitian menggunakan pendekatan neuroscience behavior, neuropolitica, dan psikologi forensik terhadap sejumlah tulisan yang dipublikasikan di platform Kaskus oleh akun tersebut. Dia menyatakan terdapat bukti-bukti yang mengindikasikan kepemilikan akun Fufufafa oleh Gibran Rakabuming Raka dengan tingkat keyakinan hampir mutlak.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada hari Senin tanggal 12 Januari 2026. Dalam pemaparannya, dokter Tifa menunjukkan salah satu contoh tulisan dari akun Fufufafa yang membahas tentang PDIP dan figur Presiden Prabowo Subianto.
Tulisan yang ditunjukkan tersebut dipublikasikan pada tanggal 23 Juni 2014 dan mengandung nada yang mengejek Prabowo Subianto yang saat itu sedang berkontestasi dalam Pemilihan Presiden. Dokter Tifa mengungkapkan bahwa secara keseluruhan terdapat sekitar lima ribu tulisan di akun Fufufafa yang bernada mengejek berbagai pihak tertentu.
Untuk keperluan penelitian ilmiahnya, dokter Tifa mengambil sampel sebanyak lima puluh tulisan dari ribuan tulisan yang ada di akun tersebut. Dia menjelaskan bahwa analisis mendalam terhadap kelima puluh cuplikan tulisan itu mengungkap pola neuroscience behavior yang spesifik.
Hasil penelitian tersebut telah dibukukan dalam sebuah publikasi berjudul GIBRAN'S BLACK BRAIN yang membahas penggunaan ilmu neuroscience behavior, epidemiologi perilaku, dan neuropolitika sebagai alat analisis. Buku tersebut menyoroti penerapan metode ilmiah untuk menganalisis kapasitas kepemimpinan seseorang berdasarkan pola pikir dan perilaku yang terekam dalam tulisan-tulisannya.
Dr. Tifauzia Tyassuma menegaskan bahwa penelitiannya dilakukan secara objektif dan ilmiah dengan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan. Temuan ini dipersembahkan sebagai kontribusi terhadap analisis perilaku politik figur publik di Indonesia menggunakan pendekatan interdisipliner ilmu pengetahuan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

