Repelita Jakarta - Pegiat media sosial yang dikenal sebagai Dokter Tifa memberikan nasihat kepada mantan Presiden Joko Widodo.
Ia menyarankan agar dana yang besar lebih diarahkan untuk perawatan kesehatan daripada digunakan untuk menangani polemik lainnya.
Nasihat tersebut disampaikan melalui unggahan di akun X pribadinya.
“Daripada menghabiskan dana ratusan triliun demi membiayai kasus ijazah, yang sudah selesai secara ilmiah, dan yang sulit untuk dibantah validitasnya,” tulis Dokter Tifa seperti dikutip pada Jumat 2 Januari 2026.
“Lebih baik dana tersebut digunakan untuk pengobatan Autoimun sistemik yang saya prognosis secara at Distance akan makin memburuk dan tidak akan tuntas menggunakan pengobatan konvensional di dalam negeri,” lanjutnya.
Dokter Tifa mengklaim telah melakukan pencarian mendalam mengenai fasilitas medis terbaik untuk penanganan penyakit autoimun.
“Saya sudah searching Hospital yang memiliki dokter dan medikasi teknologi super canggih tentang penyakit Autoimun ada beberapa, di antaranya,” paparnya.
Ia kemudian merinci beberapa institusi kesehatan ternama di berbagai negara.
“AMERIKA SERIKAT Mayo Clinic – USA Mount Sinai Autoimmune Diseases Center – New York, USA Cedars-Sinai – Kao Autoimmunity Institute – USA Northwestern Medicine – Stem Cell & Cell Therapy Program – USA Johns Hopkins Autoimmune & Rheumatology Center – USA Cleveland Clinic – Immunology & Rheumatology – USA JERMAN & EROPA Charité – Universitätsmedizin Berlin – Germany Heidelberg University Hospital – Germany (autoimmune & immunotherapy) University Hospital Munich (LMU) – Germany Karolinska University Hospital – Sweden Swiss Medica – Serbia/Switzerland ISRAEL Sheba Medical Center – Zabludowicz Center for Autoimmune Diseases – Israel KANADA University Health Network (Toronto) Autoimmune & Immune Dysregulation BC Children’s & Vancouver General Hospital – Immunology Center Stem Cell Institute Panama – Panama Celltex Therapeutics – USA DVC Stem – Cayman Islands Regenexx – USA,” jelasnya.
Mengenai kontroversi ijazah, Dokter Tifa menyatakan bahwa isu tersebut telah meluas.
Ia menyarankan agar penanganan dokumen terkait diserahkan kepada pihak berwenang.
“Soal Ijazah dan 709 Dokumen lain yang saat ini ada di POLDA Metro Jaya, biar diurus oleh RRT saja. Juga soal riwayat pendidikan Gibran,” katanya.
Oleh karena itu, Dokter Tifa menekankan agar Joko Widodo memprioritaskan proses penyembuhan.
“Bapak Jokowi fokus pengobatan saja, dan menjalani masa pemulihan yang tenang di USA, Kanada, Jerman atau dimanapun, tanpa harus pusing memikirkan Ijazah dan Gibran lagi,” ungkapnya.
Ia juga memberikan peringatan khusus mengenai pengobatan.
“Ayo Pak Jokowi, jadikan Pengobatan Autoimun Bapak sebagai Resolusi 2026. Jangan percaya dengan dokter-dokter yang menyuntik Bapak terus menerus dengan Steroid dosis tinggi. Ginjal, jantung, kelenjar limfe, liver dll tidak kuat menerimanya di tahun kedua sakitnya Bapak ini,” pungkasnya.
Editor: 91224 R-ID Elok

