
Repelita Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat Yan Harahap menyampaikan sindiran kepada Muhaimin Iskandar terkait pernyataan tentang posisi Partai Kebangkitan Bangsa mengenai pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Sindiran itu merespons unggahan Muhaimin di media sosial X.
Muhaimin menyatakan bahwa sikap PKB mendukung pilkada melalui DPRD telah ada sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Sikap PKB soal pilkada dipilih oleh DPRD sejak saat pemerintahan Pak SBY dan bahkan sudah berhasil dijadikan UU,” tulis Muhaimin di akun X pribadinya.
Ia menjelaskan bahwa pandangan PKB tersebut didasari beberapa pertimbangan praktis.
“Alasannya sederhana; biaya mahal dan penuh kecurangan, juga aparatur belum banyak yang bisa netral. Sayangnya kemudian dibatalkan oleh Perpu,” tambahnya.
Muhaimin juga menyentil hasil dari sistem pilkada langsung.
“Produk pilkada langsung tidak banyak menghasilkan kepala daerah yang kuat dan mandiri. Bagaimana menurutmu sobat ?,” tuturnya dalam unggahan tersebut.
Pernyataan Muhaimin itu langsung mendapat balasan dari Yan Harahap.
Ia mempertanyakan apakah pernyataan tersebut menunjukkan gejala lupa ingatan.
“Apakah ini pertanda amnesia?,” tulis Yan Harahap.
Menurut Yan, Fraksi PKB justru pernah memberikan dukungan terhadap mekanisme pilkada langsung.
Dukungan serupa juga datang dari Fraksi PDIP serta Fraksi Hanura.
Sementara itu, usulan pilkada oleh DPRD mendapat sokongan dari fraksi-fraksi dalam koalisi Merah-Putih saat itu.
Di antaranya Fraksi Golkar, PKS, PAN, PPP, serta Gerindra.
Kelompok tersebut berhasil memenangkan pemungutan suara dengan perolehan 226 suara.
Editor: 91224 R-ID Elok

