Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Deolipa Yumara: Lawakan Pandji Pragiwaksono di Mens Rea Sudah Lewati Batas Menjadi Penghinaan terhadap Wapres Gibran

 Deolipa Sebut Pandji Pragiwaksono Sudah Kelewat Batas, Bisa Dipidana Jika Gibran Bikin Laporan

Repelita Jakarta - Pertunjukan stand up comedy spesial Pandji Pragiwaksono berjudul Mens Rea mendapat sorotan tajam karena dianggap melampaui batas dalam menyindir Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Banyak pihak menilai materi tersebut telah menyentuh ranah penghinaan pribadi terhadap seorang pejabat tinggi negara.

Praktisi hukum Deolipa Yumara menjadi salah satu yang paling vokal mengkritik pendekatan Pandji dalam membawakan lawakan tersebut.

Sebenarnya kita belum melihat apa-apa tapi, kalau denger dari cerita ada perilaku-perilaku dari Pandji kata-katanya, mimik-mimiknya tampaknya menyindir, mengkritik atau bahkan patut diduga menghina Gibran sebagai wakil presiden.

Deolipa Yumara menyampaikan pandangannya dalam tayangan YouTube Berissi pada 6 Januari 2026.

Ia menekankan bahwa penyampaian Pandji terlalu berlebihan sehingga lebih condong kepada penghinaan daripada sekadar hiburan.

Apakah ini berlebihan? Iya jawabnya berlebihan, Pandji memparodikan atau mengikuti pola-pola mimik dari seorang wapres yang sifatnya, bahasanya menyindir ya, atau kita bisa menganggap menghina dari Gibran sebagai wapres.

Deolipa Yumara menambahkan bahwa kritik yang konstruktif seharusnya menyasar pada aspek program kerja serta keberhasilan kebijakan seorang pejabat.

Bukan pada karakter pribadi atau penampilan fisik yang tidak relevan dengan kinerja jabatan.

Sebenarnya kalau mau mengkritik itu bukan orang pribadinya, sikap atau bagaimana karakternya bukan itu, yang dikritik itu program kerjanya seperti apa, berhasil apa tidaknya, itu yang dikritik.

Meskipun niat awal Pandji mungkin hanya untuk mengemas kritik dalam bentuk komedi, cara penyajian yang menyinggung dapat menimbulkan dampak negatif terhadap martabat seorang wakil presiden.

Niatnya Pandji mungkin mengkritik sambil berkomedi tapi dengan nada menyinggung wapres kita, bisa dikategorikan komedi ga ini? Kalau dia niatnya komedi ya komedi, tapi ada komedi yang memperlihatkan kesombongan dari seorang komedian gitu. Jadi, komedi yang bagus itu yang membuat kemudian bergembira, tertawa tanpa menyinggung perasaan orang lain.

Deolipa Yumara juga menghubungkan kasus ini dengan regulasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terbaru yang mengatur sanksi atas penghinaan terhadap presiden, wakil presiden, maupun lembaga negara dalam konteks jabatan resmi.

Kalau kita masuk ke KUHP yang baru, ada pasalnya itu sekarang. Pasal penghinaan terhadap presiden dan wapres kan, atau lembaga-lembaga negara dalam konteks jabatannya di KUHP yang baru Undang-undang nomor 1 tahun 2003 yang sekarang udah berlaku. Cuma karena ini adalah delik aduan, delik sifatnya wapres sendiri yang harus melaporkan.

Walaupun terdapat dasar hukum yang potensial untuk menjerat, Deolipa Yumara memperkirakan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak akan membawa persoalan ini ke jalur pidana.

Rasa-rasanya jauh dari terjadinya laporan pidana dari Wapres Gibran sendiri. Kita bisa bilang ini jauh tapi memang ini hal yang enggak patut. Tapi bisa dipidana.

Sebelumnya, special show Mens Rea milik Pandji Pragiwaksono langsung menjadi viral setelah tayang tanpa sensor di platform streaming global.

Salah satu segmen yang paling kontroversial adalah saat Pandji melontarkan guyonan terkait penampilan fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Guyonan tersebut juga mendapat kecaman dari sejumlah tokoh publik, antara lain pakar pendidikan Ina Liem serta musisi yang juga dokter spesialis Tompi.

Keduanya menilai bahwa menyentil kondisi fisik seseorang tidak pantas dijadikan bahan lelucon, terutama ketika menyangkut pejabat negara.

Editor: 91224 R-ID Elok.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved