Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Prajurit Venezuela Ricardo Salazar Ungkap Detik Mencekam Serangan Udara AS yang Melemparkan Mereka ke Tanah

 

Repelita Caracas - Suasana penuh ketegangan dan ketakutan melanda seluruh wilayah Venezuela ketika operasi militer Amerika Serikat dilancarkan pada dini hari Sabtu, 3 Januari 2026.

Di tengah gema ledakan keras serta rentetan tembakan yang menggema memecah malam sunyi, para anggota pasukan bersenjata Venezuela berada di posisi terdepan menghadapi salah satu situasi paling berbahaya dalam pengalaman dinas mereka.

Salah satu cerita langsung datang dari Ricardo Salazar, seorang prajurit dari Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian Venezuela.

Ia menceritakan momen-momen mencekam ketika serangan dari udara terjadi, dengan perasaan panik dan kebingungan yang melanda di tengah kecepatan peristiwa yang sangat cepat serta penuh ancaman.

Menurut Ricardo Salazar, suara dentuman ledakan bergema berulang kali, diiringi dengan desisan keras benda terbang di angkasa yang membuatnya kesulitan menentukan sumber serangan.

Saya mendengar ledakan, saya mendengar siulan. Semuanya seperti siulan. Untuk sesaat saya tidak mendengar helikopter.

Ricardo Salazar memberikan keterangannya pada 4 Januari 2026.

Dalam waktu singkat setelah rentetan suara tersebut, sebuah proyektil jatuh di lokasi yang tidak jauh dari tempatnya bertugas.

Getaran ledakan yang mengikuti begitu dahsyat hingga melemparkan dirinya serta seorang rekan prajurit ke tanah.

Ricardo mengaku tidak berhasil mengidentifikasi jenis senjata yang dipakai, tetapi ia yakin itu adalah bom yang dilepaskan dari pesawat.

Sesaat kemudian, sesuatu jatuh di dekat saya, sebuah bom, saya tidak tahu. Lalu saya dan seorang prajurit terpental akibat ledakan.

Kesaksian semacam ini semakin melengkapi gambaran langsung mengenai dampak nyata dari operasi militer terhadap personel di lapangan.

Di tengah kondisi keamanan yang belum stabil serta eskalasi ketegangan hubungan internasional, para anggota militer Venezuela tetap mempertahankan posisi mereka meskipun menghadapi bahaya besar terhadap nyawa.

Ricardo Salazar menegaskan bahwa peristiwa traumatis tersebut tidak melemahkan semangatnya sebagai seorang prajurit.

Ia menyatakan kesiapan penuh untuk terus melaksanakan tugas serta mempertahankan kedaulatan negara tanpa ragu.

Bagi dirinya, serangan tersebut malah semakin memantapkan komitmen untuk bertahan di garis depan pertahanan Venezuela.

Saya akan selalu siap membela tanah air saya.

Hingga saat ini, kondisi di Venezuela masih dipenuhi oleh rasa tegang pasca operasi militer tersebut.

Cerita dari para prajurit seperti Ricardo Salazar menjadi ilustrasi hidup mengenai konsekuensi konflik bersenjata, sekaligus mencerminkan keadaan mental serta fisik mereka yang berada di garda terdepan.

Editor: 91224 R-ID Elok.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved