Repelita Caracas - Operasi militer Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026 melibatkan ratusan unit pesawat dalam armada besar yang dikerahkan.
Salah satu jenis pesawat yang turut berpartisipasi adalah CN-235, produk kolaborasi PT Dirgantara Indonesia dengan CASA Spanyol.
Militer Amerika Serikat memiliki sekitar 32 unit CN-235 dalam berbagai varian yang aktif digunakan untuk misi operasional.
Pesawat angkut taktis ini dikenal unggul dalam kemampuan lepas landas dan mendarat pendek di landasan tidak beraspal atau semi-terawat.
CN-235 mampu mengangkut muatan hingga 4.700 kilogram atau setara dengan 36 personel dalam konfigurasi transportasi sipil.
Dalam mode militer, pesawat ini dapat membawa hingga 49 prajurit atau 34 pasukan terjun payung beserta perlengkapan lengkap.
Ditenagai dua mesin turboprop General Electric CT7-9C, CN-235 memiliki performa efisien di kondisi panas dan ketinggian tinggi.
Kecepatan jelajah maksimum mencapai 237 knot dengan jangkauan terbang hingga lebih dari 2.000 nautical mile.
Kabin bertekanan luas dilengkapi pintu ramp belakang untuk memudahkan proses bongkar muat di medan tempur.
Desain kokoh dan perawatan sederhana membuatnya ideal untuk berbagai tugas mulai dari transportasi pasukan hingga evakuasi medis.
Pesawat ini juga digunakan untuk patroli maritim, pengiriman logistik, serta konfigurasi khusus VIP.
Banyak negara seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Pakistan, Korea Selatan, serta sejumlah negara di Timur Tengah dan Amerika Latin telah mengadopsi CN-235.
Ketua Satuan Penulis Indonesia Kalimantan Barat, Rosadi Jamani, menyatakan bahwa keterlibatan CN-235 dalam operasi besar tersebut menjadi sumber kebanggaan nasional.
Menurutnya, kehadiran pesawat buatan Indonesia di misi internasional skala tinggi membuktikan kualitas industri pertahanan tanah air yang diakui dunia.
Rosadi Jamani menekankan bahwa prestasi ini menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam teknologi aerospace global tanpa perlu klaim berlebihan.
Keterlibatan tersebut menjadi bukti bahwa produk dalam negeri mampu diandalkan oleh kekuatan militer terkemuka seperti Amerika Serikat.
Editor: 91224 R-ID Elok

