
Repelita Jakarta - Peneliti media dan politik Buni Yani memberikan saran kepada mantan Presiden Joko Widodo untuk mengakhiri polemik yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Saran tersebut disampaikan melalui akun media sosial Facebook pribadinya pada Senin (26/1/2026).
Buni Yani meyakini bahwa ijazah milik Joko Widodo yang saat ini disita oleh penyidik Polda Metro Jaya tidak memiliki fitur hologram.
Ia membandingkannya dengan ijazah milik almarhum Bambang Budy Harto yang lulus dari fakultas dan tahun yang sama.
"Hologram di ijazah menjadi kuncian mati, tak bisa lagi dipalsukan," tulis Buni Yani.
"Sudahlah nyerah saja, tak mungkin ada yang percaya pada penipu," tambahnya dalam unggahan tersebut.
Adik kandung dari almarhum Bambang Budy Harto, Rujito, hadir di persidangan Pengadilan Negeri Surakarta pada Selasa (13/1/2026).
Kehadirannya bertujuan untuk memberikan kesaksian fakta dalam gugatan Citizen Lawsuit terkait dugaan pemalsuan ijazah.
Dengan penuh kehati-hatian, Rujito mendemonstrasikan uji fisik sederhana di hadapan majelis hakim yang memimpin persidangan.
Ia mengeluarkan sebuah senter kecil dan mengarahkan cahayanya untuk menembus serat kertas ijazah milik mendiang kakaknya.
"Kertas ijazah ini, jika disenter atau di bawah sinar matahari, akan keluar huruf hologram," ujar Rujito dengan penuh keyakinan.
Ia menunjukkan pendaran tipis yang muncul dari balik kertas dokumen yang telah mulai menguning karena usia.
Baginya, pendaran tersebut merupakan tanda otentisitas yang tidak dapat dibantah atau direkayasa.
Fitur keamanan klasik tersebut dinilai canggih pada masanya dan diyakini tidak terdapat pada salinan ijazah Joko Widodo.
Rujito tidak hanya berfokus pada keberadaan hologram dalam dokumen pendidikan tersebut.
Telunjuknya beralih menunjuk pasfoto hitam putih almarhum kakaknya yang tertempel di salah satu sudut ijazah.
Ia meminta perhatian majelis hakim untuk memperhatikan lintasan stempel universitas pada dokumen tersebut.
"Lihat lintasan capnya," tegasnya dengan nada meyakinkan.
Pada ijazah Bambang Budy Harto, stempel basah terlihat jelas melintasi bagian pasfoto dan menyambung ke area kertas.
Rujito kemudian membandingkan karakteristik tersebut dengan apa yang ia amati pada dokumen milik mantan presiden.
Ia mengklaim bahwa stempel pada ijazah Joko Widodo tampak tidak menyatu atau melintasi foto dengan presisi yang sama.
Perbedaan tersebut dinilai tidak sesuai dengan standar dokumen resmi yang dikeluarkan pada tahun 1985.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

