
Repelita Jakarta - Tokoh aktivis senior Adhie M Massardi menyatakan bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami kemunduran peradaban yang cukup parah.
Ia menegaskan bahwa esensi sebuah peradaban tidak hanya bergantung pada aturan hukum yang tertulis, melainkan terutama pada nilai etika dan moral yang harus ditempatkan di posisi tertinggi.
"Peradaban ditentukan oleh etika dan moral yang posisinya lebih tinggi dari hukum tertulis. Bahkan di Indonesia saat ini hukum tertulis saja tidak dijalankan," kata Adhie dalam wawancara pada Jumat, 2 Januari 2026.
Adhie menekankan bahwa pelaksanaan hukum positif pun sering kali diabaikan, sehingga integritas semakin terkikis dan pembohongan dianggap sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
"Tidak ada kejujuran. Kebohongan menjadi hal yang lumrah, manipulatif, dan korupsi pun akhirnya dianggap biasa," tegasnya.
Praktik korupsi yang semakin masif menjadi indikasi jelas hilangnya rasa keadaban dalam penyelenggaraan negara.
Kondisi ini mencerminkan kerapuhan pondasi moral di seluruh lapisan struktur kekuasaan.
Adhie berpendapat bahwa transformasi tidak akan tercapai hanya melalui inisiatif dari bawah oleh segelintir individu atau komunitas kecil di tingkat lokal.
Oleh karena itu, diperlukan eksistensi kekuatan yang berlandaskan keadaban serta memiliki wewenang untuk menerapkan nilai-nilai positif secara tegas.
"Harus ada kekuatan yang memaksa untuk kebaikan. Yang tidak baik harus dihukum," pungkasnya.
Editor: 91224 R-ID Elok

