Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Teror Aktivis dan Influencer Kian Marak, Umar Hasibuan Ingatkan Kritik Berisiko Dibalas Penculikan

 Tokoh NU Ungkap Tak Ada yang Salah dengan Pernyataan Megawati, Yang Ada Hanya Menunjukkan Minimnya Pengetahuan tentang Islam

Repelita Jakarta - Tokoh masyarakat Umar Syadat Hasibuan mengungkapkan rasa khawatir yang mendalam terhadap gelombang intimidasi dan ancaman yang semakin sering dialami oleh para pegiat sosial serta pembuat konten daring yang lantang menyuarakan pendapat kritis terhadap berbagai kebijakan otoritas saat ini.

Fenomena ini, menurutnya, sangat mengkhawatirkan karena menyerupai praktik penekanan suara publik pada periode pemerintahan otoriter di masa lalu.

Melalui akun media sosial X miliknya @UmarHasibuan__ pada tanggal 31 Desember 2025, ia menuliskan secara tegas Selamat datang orde baru. Setiap kritik rakyat dibalas dengan teror. Jgn heran bentar lg akan hadir setiap kritik dibalas dgn penculikan. Selamat datang kegelapan. Selamat Datang Lord Voldemort.

Pernyataan tersebut mencerminkan prediksi suram bahwa eskalasi kekerasan terhadap kritik bisa mencapai tingkat yang lebih ekstrem di waktu mendatang.

Gelombang teror ini memang sedang menimpa sejumlah figur publik yang dikenal vokal, termasuk Ramond Dony Adam yang lebih populer dengan nama DJ Donny, Sherly Annavita, serta beberapa aktivis lingkungan seperti Iqbal Damanik dari Greenpeace Indonesia.

Mereka menjadi target intimidasi berupa pengiriman paket berisi bangkai hewan disertai pesan mengancam, vandalisme pada properti pribadi, hingga pelemparan benda mudah terbakar seperti bom molotov ke kediaman.

Kejadian-kejadian tersebut diduga terkait langsung dengan sikap kritis mereka terhadap isu-isu aktual, khususnya penanganan krisis ekologis dan bencana di wilayah Sumatera serta Aceh.

Para korban telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat penegak hukum, sambil menyerukan perlindungan bagi kebebasan berpendapat di tengah masyarakat.

Meningkatnya kasus semacam ini memicu perdebatan luas mengenai iklim demokrasi dan hak asasi manusia di tanah air.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved