
Repelita Jakarta - Susi Pudjiastuti menyatakan akan mencatat dan menagih janji yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, terkait komitmen membenahi kebijakan lingkungan hidup pasca bencana banjir bandang di Sumatera.
Pernyataan itu disampaikannya melalui akun media sosial X @susipudjiastuti pada Selasa, 3 Desember 2025.
Dalam cuitannya, Susi menegaskan bahwa bukan hanya dirinya yang akan mengingat komitmen tersebut, melainkan juga seluruh warganet.
"Saya akan tagih janji anda. Netizen ingat dan catat ini," ucap Susi di X @susipudjiastuti (3/12/2025).
Sebelumnya, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap berbagai kebijakan perlindungan lingkungan dan mitigasi bencana.
Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri sebuah kegiatan di Universitas Indonesia pada Selasa, 2 Desember 2025.
Ia menyebut langkah perbaikan kebijakan itu sangat krusial untuk menangani persoalan kerusakan alam secara lebih sistematis dan terstruktur.
Cak Imin juga menekankan bahwa proses penyusunan kebijakan tidak boleh dilakukan secara sepihak oleh pemerintah.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat adat dan warga yang tinggal di sekitar kawasan sumber daya alam.
Keterlibatan langsung masyarakat setempat dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Lebih lanjut, Muhaimin mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan tiga fokus utama dalam penanganan darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Prioritas pertama adalah memastikan terpenuhinya semua kebutuhan darurat dan logistik dasar bagi para korban yang terdampak bencana.
Sementara itu, prioritas kedua adalah melakukan pemulihan segera terhadap akses transportasi dan infrastruktur publik yang rusak atau hancur.
Percepatan perbaikan infrastruktur dinilai kritis untuk mempermudah distribusi bantuan kemanusiaan serta membuka kembali akses ke wilayah-wilayah yang sempat terisolasi.
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Selasa, 2 Desember 2025, mencatat total korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sumatera mencapai 631 jiwa.
Di Aceh, korban meninggal tercatat 173 orang dengan 204 orang masih dinyatakan hilang dan 1.800 orang luka-luka.
Sementara itu, Sumatera Barat melaporkan 165 orang meninggal, 114 orang hilang, dan 112 orang luka-luka.
Provinsi Sumatera Utara mencatat korban jiwa tertinggi, yaitu 293 orang meninggal, dengan 153 orang hilang dan 614 orang luka-luka.
Data Pusdatin BNPB juga melaporkan sedikitnya 3.500 unit rumah mengalami kerusakan berat, 2.000 rumah rusak sedang, serta 3.500 rumah rusak ringan.
Angka-angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan proses pendataan yang terus diperbarui di lapangan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

