Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Jokowi Tuding Ada Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu, Pengacara Roy Suryo: Buktikan Sendiri!

Ahmad Khozinudin: Dua Menteri Berusaha Selamatkan Kepentingan Oligarki di Pagar Laut

Repelita Jakarta - Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo yang menuding adanya aktor berpengaruh dan skenario politik tersembunyi di balik kontroversi ijazah palsunya memicu tanggapan keras dari berbagai kalangan, termasuk kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinuddin.

Menurut Ahmad, mantan pemimpin negara itu seharusnya menunjukkan bukti konkret atas tuduhannya sendiri, agar selaras dengan prinsip yang kerap ia tekankan sebelumnya mengenai kewajiban pembuktian.

Jokowi, kembali mengumbar tuduhan dibalik kasus ijazah palsu yang menjerat dirinya. Dia menyebut ada operasi politik dan orang besar dibalik kasus ini.

Ahmad menilai bahwa perkara ini telah berlangsung lebih dari empat tahun, sehingga tuduhan Jokowi soal upaya sistematis untuk merusak reputasinya terdengar seperti pembelaan diri yang terlambat.

Partai Demokrat yang selama ini menjadi pihak tertuduh, telah berulangkali membantah terlibat.

Belakangan, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron secara eksplisit meminta wartawan untuk mengonfrontasi Jokowi langsung terkait klaim tersebut.

Bagi partainya, tak ada urusan dengan kasus ijazah palsu Jokowi.

Ahmad menambahkan bahwa dalam perkara ijazah, Jokowi sering kali mengulang prinsip bahwa pihak yang mengajukan tuduhan wajib menyajikan bukti kuat.

Kini, publik menggunakan logika yang sama, mendesak Jokowi untuk membuktikan tuduhan adanya orang besar dan agenda politik dalam kasus ijazah palsu.

Ia menyoroti bahwa Roy Suryo dan timnya telah menyajikan argumen lengkap melalui publikasi Jokowi's White Paper yang mendokumentasikan temuan-temuan mendetail.

Telah begitu gamblang dan terperinci memberikan dasar, bukti dan argumentasi kesimpulan ijazah Jokowi palsu.

Ahmad yakin bahwa opini masyarakat kini cenderung menerima keaslian tuduhan tersebut, terutama setelah menyaksikan perdebatan panjang yang tak kunjung selesai.

Sederhana saja parameternya, mengutip pernyataan akademisi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Ciek Julyati Hisyam yang meyakini dan menyatakan di muka publik bahwa ijazah S1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah palsu.

Alasan utamanya, lanjut Ahmad, adalah ketidakmauan Jokowi untuk menampilkan dokumen secara terbuka, yang justru menimbulkan keraguan lebih dalam.

Namun sejauh ini Jokowi tak berani menunjukan kepada publik dengan alasan hanya akan menunjukan di forum pengadilan.

Faktanya, framing opini ijazah itu ditunjukan pada pengacaranya dan media secara terbatas. Tindakan ini, sebenarnya konfirmasi kedustaan Jokowi.

Ahmad menegaskan kembali bahwa karena Jokowi yang memulai tuduhan, maka dialah yang bertanggung jawab membuktikannya di depan umum.

Kembali ke soal tuduhan ada orang besar dan agenda politik besar dibalik kasus ijazah palsu Jokowi. Karena Jokowi yang menuduh, maka Jokowi yang harus membuktikan.

Tim Jokowi seharusnya tidak hanya menuntut bukti dari Roy Suryo dan rekan-rekannya, tapi juga menyajikan fakta atas klaimnya sendiri tanpa menghindari tanggung jawab.

Itu namanya buruk muka cermin dibelah. Akan tetapi, karena Jokowi terkenal pembohong. Maka dapat dipastikan, hingga kiamat kurang seminggu Jokowi tidak akan pernah membuktikan tuduhannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved